Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Menyedihkan, Siswa SDN Tirtasari III Terpaksa Belajar di Luar Kelas

Para siswa di SDN Tirtasari III di Kecamatan Tirtamulya terpaksa belajar di luar ruangan kelas. Karena ruang kelas belajar mereka nyaris roboh dan tidak bisa digunakan.
banner 468x60

“Bahkan ada siswa yang belajar di koridor kelas, dan sebagian lagi belajar di ruang guru,”

BaskomNews.com – Pemandangan menyedihkan kembali terpantau di dunia pendidikan Karawang yang konon katanya memiliki predikat sebagai kota industri.

Yaitu dimana para siswa-siswi harus belajar di luar kelas, karena gedung tempat siswa belajar nyaris ambruk. Bahkan untuk mendapatkan materi pelajaran, para siswa harus bergiliran, dan itu pun dilakukan di luar ruangan kelas, karena siswa tidak kebagian kelas untuk belajar. Inilah pemandangan miris yang terlihat di SDN Tirtasari III di Kecamatan Tirtamulya.

banner 336x280

Muslih, salah seorang guru di sekolah tersebut mengatakan, pihaknya terpaksa mengosongkan dua kelas yang hampir roboh, setelah banyak penyangga atap gedung yang mulai patah-patah. “Sudah satu semester kita kosongkan dua ruangan yang mau roboh,” kata Muslih, Selasa (17/7/2018).

Inilah kondisi ruangan kelas di SDN Tirtasari III di Kecamatan Tirtamulya yang nyaris roboh dan sudah tidak bisa terpakai lagi.

Hali, Kepala Sekolah SDN Tirtasari III menambahkan, pihaknya sudah mengajukan ke Dinas PUPR untuk segera membangun ruang kelas yang mau roboh. Bahkan Dinas PUPR Karawang berjanji bakal membangun dua lokal gedung yang rusak, ditambah satu lokal untuk ruang kantor.

“Mudah-mudahan tahun ini akan dibangun ruang kelas yang mau roboh tersebut, karena kami sudah mengajukan sejak lama,” katanya.

Kembali dijelaskan H. Hali, jumlah siswa-siswi yang belajar di sekolahnya sebanyak 89 siswa. Yaitu dimana para siswa belajar dengan ruangan seadanya dengan cara berpindah-pindah. “Bahkan ada siswa yang belajar di koridor kelas, dan sebagian lagi belajar di ruang guru,” katanya.

Sementara itu, Dadan Sugardan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang menyatakan, bahwa sekolah tersebut sudah menjadi prioritas untuk di bangun tahun ini. “Tahun anggaran ini kita kerjakan rehab baru untuk sekolah itu,” singkat Dadan, saat dihubungi wartawan via ponselnya.

Untuk diketahui, selain persoalan ruang kelas yang nyaris roboh dan tak bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, di sekolah juga belum memiliki fasilitas umum lainnya. Diantaranya seperti tidak memiliki toilet, mushola dan ruang guru, termasuk perpustakaan.(pls)

banner 336x280