“Harga normal di tingkat petani mencapai Rp 20 ribu rupiah per kilogram. Untuk saat ini petani hanya bisa menjual Rp 10 ribu rupiah per kilogramnya,”
BaskomNews.com – Musim kemarau panjang yang melanda selama dua bulan terakhir, membuat tanaman cabe milik petani di Desa Pancawati, Kecamatan Pancawati, Kabupaten Karawang kering dan membusuk.
Tanaman cabe ini mati karena ulat buah dan juga kekurangan air. Antisipasi petani tak mau merugi, mereka terpaksa mengambil langkah memanen lebih awal tanamannya sebelum kering.
Biasanya, dalam satu hektar petani bisa memetik hasil cabai mencapai kurang lebih dua ton cabai. Namun kali ini ara petani hanya bisa memanen cabai mereka mencapai 10 hingga 15 kg per hektarnya.
Salah satu petani cabe, Osa mengaku rugi. Karena produksi cabai mengalami penurunan hingga 80 persen, dibandingkan kondisi normal. Kualitas yang menurun juga berpengaruh terhadap harga.
“Harga normal di tingkat petani mencapai Rp 20 ribu rupiah per kilogram. Untuk saat ini petani hanya bisa menjual Rp 10 ribu rupiah per kilogramnya,” kata Osa.(red)






