Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Wabup Jimmy Geram! Kontraktor Jalan Pakisjaya Terancam Gak Dibayar

banner 468x60

“Kalau memang tidak sesuai, jangan bayar,” tandas Jimmy kepada BaskomNews.com. Kamis (2/8/2018)

BaskomNews.com – Tak hanya warga yang kesal dan kecewa terhadap proyek peningkatan jalan di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya yang baru satu minggu dibangun sudah retak, namun Wakil Bupati H Ahmad Zamaksyari juga geram atas hasil pekerjaan yang dilakukan kontraktor tersebut.

Jimmy menegaskan, dalam waktu dekat dia bersama tim pengawas lapangan melakukan sidak ke lokasi proyek peningkatan jalan tersebut. Menurut Jimmy, jika ditemukan adanya bukti bahwa pelaksaan proyek tersebut tidak sesuai dengan pekerjaannya, maka kontraktor tersebut tidak perlu dibayar.

banner 336x280

“Kalau memang tidak sesuai, jangan bayar,” tandas Jimmy kepada BaskomNews.com. Kamis (2/8/2018)

Sebelumnya, warga Desa Tanjung Pakis, yang berinisial AS menjelaskan, proyek sudah berjalan sejak satu minggu yang lalu.

Panjang jalan tersebut, lanjut AS, kurang lebih tiga kilometer. “Saat ini proyek sudah berjalan kisaran sepanjang 300 meter. Tapi, sudah pada retak. Bahkan yang saya lihat juga tidak ada papan proyek yang semestinya terpasang,” kata AS.

Dengan kondisi seperti ini, menurutnya dikarenakan jumlah tenaga kerja yang mengerjakan proyek kurang. “Begitu adonan cor dituangkan dari molen, harus cepet untuk diratakan, biar ga kering adonanya. Karena kekurangan tenaga jadi ya seperti itu hasilnya (cepat mengering dan cepat hancur),” kata AS.

Sambung AS, untuk bagestingnya juga menurutnya tidak layak. “Tulang-tulangnya terlalu tipis, kena adonan cor pasti bergeser dan pemasangan bagestingya agak dipendem,” ujarnya

Masih dikatakan AS, wajar saja perusahaan pemenang proyek ini mengambil keuntungan, tapi, jangan semena-mena dalam mengerjakanya, kalau seperti ini yang ikut dirugikan juga masyarakat.

“Dinas terkait harus lebih jeli untuk menunjuk perusahaan pelaksana, kalau kondisi seperti ini kekuatanya gak bakalan lama, mungkin satu sampai dua tahun juga udah rusak lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Kasie Pekerjaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Tri Winarno, saat dihubungi BaskomNews.com melalui telpon genggam, belum bisa memberikan keterangan. (ynz)

 

banner 336x280