“Apakah ini ada kongkalingkong antara rekanan dan pemerintah? Atau pemerintah dikadalin?” katanya
BaskomNews.com – Setelah beberapa hari lalu pembangunan RS Paru Jatisari diresmikan, proyek yang dimenangkan oleh PT. Amarta Karya itu menimbulkan kecurigaan dari kalangan masyarakat. Salah satunya ketua Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Karawang, Dadi Mulyadi SH.
Menurutnya, pemenang proyek tersebut maupun pemerintah tidak transparan. Terbukti, pada papan plang proyek yang terpasang di area lokasi pembangunan, tidak tertera nominal anggaran. “Apakah ini ada kongkalingkong antara rekanan dan pemerintah? Atau pemerintah dikadalin?” katanya.
Dadi menjelaskan, seharusnya di setiap papan proyek tertera jumlah nominal anggaran. Itu sesuai UU No 14 Tahun 2018 mengenai keterbukaan informasi publik. “RS paru ini untuk kepentingan publik, jadi harus transparan,” tegasnya.
Meski dalam sesi wawancara, Bupati Karawang mengatakan bahwa nilai proyek pembangunan RS Paru Jatisari itu menghabiskan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) senilai Rp152 miliar, namun pihak pelaksana proyek seolah menutupinya.
“Agar tidak terjadi miss komunikasi kenapa tidak disertakan jumlah anggarannya di papan proyek. Supaya masyarakat bisa mengkontrol nantinya kualitas pembangunan tersebut,” pungkasnya. (pls)






