Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Mundur dari Jabatan Dirut RSUD, Ini Misi dr. Asep Nyaleg DPR RI dari PAN

dr. Asep Hidayat Lukman, Bacaleg DPR RI Jabar 7 dari PAN.
banner 468x60

“Betul saya pernah jadi anggota Demokrat. Tapi saya tidak ingin berbenturan dengan kawan sendiri. Di sana (Demokrat) sudah ada kawan yang nyaleg. Makanya saya nyaleg di PAN”

BaskomNews.com – Meskipun karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menempati jabatan Direktur RSUD Karawang masih menyisakan satu tahun lagi sampai masa pensiun, tepatnya habis masa jabatan pada 1 September 2019, namun ada alasan tertentu yang membuat dr. Asep Hidayat Lukman mengambil pensiun dini dan memutuskan untuk meneruskan karirnya di dunia politik dengan cara mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Jabar 7 dari Partai PAN.

Saat ditemui BaskomNews.com, dr. Asep mengaku jika sebelumnya ia sempat terdaftar sebagai anggota biasa Partai Demokrat Karawang. Namun pada akhirnya ia memilih nyaleg dari PAN, karena alasan tidak ada porsi pencalegan DPR RI untuknya dari Partai Demokrat.

banner 336x280

Alasan lainnya, sambung dr. Asep, karena pencalegannya di PAN sama sekali tidak memakai “mahar”. Terlebih sebagai orang baru yang masuk di PAN, dr. Asep mengaku langsung diterima sebagai keluarga besar oleh PAN.

“Betul saya pernah jadi anggota Demokrat. Tapi saya tidak ingin berbenturan dengan kawan sendiri. Di sana (Demokrat) sudah ada kawan yang nyaleg. Makanya saya nyaleg di PAN. Terlebih saya langsung dianggap sebagai keluarga besar di PAN. Meskipun baru masuk, tapi sambutannya begitu antusias di PAN,” tutur dr. Asep Hidayat Lukman, Senin (20/8/2018).

Menurut dr. Asep, pengunduran dirinya sebagai Dirut RSUD Karawang sudah ditandatangani Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana. Dan ia mulai non-aktif dari jabatannya terhitung 1 September 2018.

“Alhamdulillah, surat pengunduran dirinya sudah ditandatangani bupati. Dan saat ini saya sudah masuk DCS (Daftar Calon Sementara) Bacaleg DPR RI dari PAN di data KPU Karawang,” kata dr. Asep.

Disinggung misinya nyaleg DPR RI, lulusan S2 Magister Manajemen STIE Widya Jayakarta Jakarta Tahun 2002 dan sedang menjalani perkulian S2 Mars Manajemen Rumah Sakit di Unisba ini mengaku, jika ia memiliki misi pencalegan untuk focus mengurusi persoalan pembangunan kesehatan.

Karena menurutnya, selama ini persoalan pembangunan kesehatan di masyarakat sering terbentur regulasi yang dibuat pemerintah, namun tak sinkron dengan persoalan di masyarakat. “Misalnya soal BPJS, tiba-tiba ada Permenkes seperti orang karatak boleh dioperasi hanya yang sudah buta saja, dulu aturannya gak begitu,” kata dr. Asep.

“Munculnya persoalan seperti ini jelas karena faktor tidak adanya kontroling dan bergening posisi yang kuat saat regulasi pembangunan kesehatan dibuat. Demikian dengan anggaran 10 persen APBD yang seharusnya dialokasikan untuk kesehatan. Tapi fakta di lapangan implementasinya gak jelas,” tutur dr. Asep.

“Termasuk banyak hal lain seperti rekrutmen renaga kesehatan sampai banyak yang demo. Belum persoalan yang lain seperti kriminalisasi dokter lewat aturan. Semuanya muncul karena persoalan di atas soal pembuatan regulasi yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan semoga pengalaman saya di dunia kesehatan ini bias beremanfaat di dunia politik nanti, ketika saya ditakdirkan Allah menjadi wakil rakyat,” timpal dr. Asep.

Masih disampaikan dr. Asep, sehat merupakan hak asasi setiap manusia. Sehingga inilah yang menjadi salah dasar fundamental pemikirannya saat memutuskan untuk nyaleg. “Semua masyarakat berhak mendapatkan perawatan kesehatan. Di sinilah seharusnya pemerintah hadir dari mulai perencanaan sampai pembentukan tegulasi pembangunan kesehatan,” katanya.

Pria kelahiran Subang yang sudah tinggal di Karawang sejak tahun 1968 ini juga mengatakan, saat ini banyak masyarakat miskin ngeluh soal kesehatan. Khususnya di Karawang, persoalannyan utamanya adanya soal data masyarakat miskin yang tidak up-date.

“Saya selama ini merasa gereget ketika persoalan kesehatan di Karawang masalahnya Cuma satu, yaitu tidak akuratnya data warga miskin. Coba lihat saja, rata-rata sekarang pasien gak mampu itu diatasi dengan Jamkesda yang sering dibuat mendadak. Padahal itu cara kerja yang tidak baik, karena itu cara bekerja yang tidak menggunakan system,” tutur dr. Asep.

“Maka inilah misi saya mengapa ikut nyaleg tahun ini. Persoalan Pendidikan, ekonomi dan lainnya juga banyak buah pikiran di dalam kepala saya. Tapi yang paling akan saya sorot adalah persoalan kesehatan, sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman kerja saya selama ini,” pungkas dr. Asep. (mang adk)

banner 336x280