“Akhirnya sekarang mana peran pemerintah daerah, kan tidak kuat di sini untuk mendukung Persika. Hari ini juga kehormatan dan harga diri Pemerintah Kabupaten Karawang masyarakat Karawang ada di Persika,”
BaskomNews.com – Prestasi Persika Karawang di Liga 2 Indonesia kian terpuruk. Kini, Skuad Laskar Jawara berada di peringkat 12 klasemen sementara (peringkat terbawah) dengan raihan 11 point dan menyisakan 8 pertandingan lagi. Sehingga Persika Karawang terancam degradasi dari Liga 2 Indonesia.
Merosotnya Persika Karawang ini bukan tanpa sebab. Inilah curahan hati CEO PT. Singaperbangsa, DR. Rakhmat Gunadi, soal terus merosotnya prestasi Laskar Jawara.
Menurut Gunadi, selama ini tidak ada sama sekali kontribusi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang kepada Persika. Dari sekian banyaknya perusahaan yang berdiri kokoh di Karawang, hanya beberapa perusahaan yang selama ini berperan serta membantu Persika.
“Semua orang tahu bahwa di Karawang ini banyak kawasan industri berapa ribu perusahaan, dengan hitung-hitungan angka kecil saja enggak usah angka Rp 10 juta, bicara Rp 5 juta aja atau Rp 1 juta seperusahaan saja kan udah kebayar. Nah, hari ini perusahaan tidak begitu antusias untuk memberikan kontribusi kepada Persika. Kan di situ harus ada peran pemerintah daerah dan nyatanya tidak,” kata Rakhmat Gunadi, Selasa (4/9/2018).
Gunadi mengaku tidak mau menafsirkan seseorang yang masuk ke Persika mengarah ke politik. Justru kepentingan tersebut akan dipersilahkannya, jika memang secara positif politik mendukung kemajuan Persika. Sementara hari ini yang bicara itu tidak mendukung Persika.
“Saya tidak mau mengandai-andai atau menduga-duga, karena ini kan hubungannya ras sekali dengan permasalahan yang ada di kita. Dengan adanya seseorang yang mau mendukung Persika, walaupun secara positif dia itu politik, tapi kan secara positif dia mendukung Persika, sekarang kan yang bicara yang tidak mendukung juga,” katanya.
Gun juga mengungkapkan, akhirnya tidak adanya perananan Pemda yang mendukung kemajuan Persika. Padahal, kehormatan dan harga diri masyarakat Karawang ada di Persika.
“Akhirnya sekarang mana peran pemerintah daerah, kan tidak kuat di sini untuk mendukung Persika. Hari ini juga kehormatan dan harga diri Pemerintah Kabupaten Karawang masyarakat Karawang ada di Persika,” ungkapnya.
Gun menyinggung konsepan-konsepan Pemda Karawang yang ingin membuat Desa wisata. Padahal memajukan Persika dengan cara mendorong peran Perusahaan menjadi sponsor lebih mudah dan tidak menggunakan APBD.
“Persika aja jadikan hari ini kalau sekarang bisa menjadi naik ke liga 1 dan sebagainya, saya kira lebih mudah yang dilakukan dan tidak perlu ada dana dari APBD kok, hanya tinggal didorong saja memaksimalkan peran-peran perusahaan untuk jadi sponsorship,” sindirnya.
Kembali dikatakan Gun, daerah lain contohnya Kendal saja, ketika bertamu ke tim lawan, para pegawai Pemda-nya sampai anggota DPRD-nya ikut menonton ke tim lawan, tetapi di Karawang keadannya sangat berbalik jauh.
“Seperti daerah-daerah lain yang nonton plat merah jejer banyak, orang lain pertandingan tandang dari Kendal ke sini plat-plat merah berjejer dari Sekda sampai semuanya. Kita di rumah sendiri engga ada, anggota Dewan termasuk semuanya saya nyatakan enggak ada aja semuanya jauh,” tandas Gunadi. (zay)






