“Ya, yang dapat penghargaan kan bupatinya pribadi. Karawang na mah angger kitu-kitu wae (Karawang nya tetap saja sama tidak ada perubahan begitu-begitu saja),”
BaskomNews.com – Kendati Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana mendapatkan banyak penghargaan atas beberapa prestasi kinerja yang dilakukannya, namun DPD Golkar Karawang memiliki sikap politik tersendiri.
Selain menyikapi dugaan “ketidak berpihakann” Pemkab Karawang terhadap pembangunan pendidikan yang didominasi oleh persoalan masih banyaknya sekolah roboh dan sekolah rusak, DPD Golkar Karawang juga menyikapi arah dan konsep pembangunan Karawang yang dinilai tidak tentu arah.
Wakil Ketua DPD Golkar Karawang, Cepyan Lukmanul Hakim mengatakan, sampai saat ini arah pembangunan Karawang masih belum jelas mengenai spesipikasi “kearifan lokal” pembangunannya. Apakah akan diarahkan sebagai kota industry, lumbung padi, pariwisata ataupun yang lainnya.
Menurut politisi yang lebih akrab disapa Uce ini, jika memang arah pembangunan Karawang akan diarahkan sebagai kota industry, maka seharusnya skema pembangunan infrastruktur jalan harus jelas. Sehingga tidak lagi ditemukan persoalan kemacetan sampai buruknya infrastruktur jalan.
“Salah satu contoh sekarang di Karawang Barat, setiap karyawan pulang kerja pasti macet di sana. Tidak ada rencana yang jelas mengenai kapan akan adanya akses jalan baru khusus bus karyawan untuk menghindari kemacetan panjang setiap harinya,” tutur Uce, saat ditemui di DPD Golkar Karawang, Kamis (6/9/2018).
Dan kalaupun Karawang akan diarahkan sebagai Kota Lumbung Padi, sambung Uce, maka seharusnya tata ruang jelas sampai kepada wilayah teknis mengenai bagian titik wilayah desa mana yang tidak boleh dirubah menjadi industri ataupun perumahan.
“Sekarang tata ruang memang sudah ada, tapi persoalannya tidak sampai kepada pembatasan wilayah titik per desa. Sehingga banyak developer perumahan yang bangun di tengah pemukiman warga dan mengabisan areal lahan pertanian,” timpal Uce.
Dari kearifan lokal pariwisata, masih dikatakan Uce, sampai saat ini Pemkab tidak mampu menggali potensi pariwisata yang ada untuk dijadikan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga ditegaskan Uce, hal yang wajar jika Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karawang sempat mengkritik, jika Pemkab “buta” terhadap potensi pariwisata daerah.
Kemudian dari segi pariwisata, Uce sendiri mengaku mendapatkan kabar bahwa tari jaipong sendiri bakal dimiliki hak cipta kebudayaannya oleh Kota Bandung. Sementara Karawang yang terkenal dengan “Goyang Karawang” dinilainya tidak ada upaya untuk melegalkan kebudayaan tari jaipong tersebut sebagai hak paten.
“Masih banyaklah persoalan lainnya. Sekarang berbicara sebagai kota santri pun sama, terkesan tidak ada perhatian terhadap pondok pesantren. Jangankan pendidikan non-formal, pendidikan formal saja masih banyak sekolah rusak dan ambruk. Jadi kita bingung sebenarnya arah pembangunan Karawang itu mau kemana. Coba Tanya anggota DPRD Karawang, pasti mereka juga akan menjawab yang sama, ya bingung juga,” sindir Uce.
Menyikapi persoalan tidak jelasnya arah pembangunan Karawang ini, Uce juga menyindir Bupati Cellica yang banyak mendapatkan penghargaan, namun di satu sisi kondisi Karawang sama sekali tidak ada perubahan kea rah signifikan semenjak dipimpin Cellica-Jimmy.
“Ya, yang dapat penghargaan kan bupatinya pribadi. Karawang na mah angger kitu-kitu wae (Karawang nya tetap saja sama tidak ada perubahan begitu-begitu saja),” sindir Uce.
Berbeda halnya dengan Purwakarta, masih dikatakan Uce, setiap investor yang akan berkontribusi terhadap pembangunan daerah tidak pernah kebingungan harus memberikan kontribusi apa terhadap Purwakarta. Sehingga meskipun APBD Purwakarta jauh dibawah Karawang, namun mengenai persoalan arah pembangunan, Purwakarta masih lebih unggul dari Karawang.
“Saya yakin sebenarnya para pengusaha atau investor itu mau bantu pembangunan Karawang. Tapi mereka juga bingung harus bantu apa. Wong, kita nya sendiri saja masih bingung kalau sebenarnya Karawang ini akan dibawa kemana kebijakan pembangunannya,” pungkas Uce.(red)






