“Rumah singgah tersebut punya enam kamar dan penjaga keamanan serta petugas kebersihan. Bagi para pasien dan pendamping pasien nanti selain dikasih tempat tinggal mereka juga diberi makan satu hari tiga kali,”
BaskomNews.com – Untuk menyewa rumah singgah bagi pasien asal Karawang yang dirawat di RSHS Bandung, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mengeluarkan biaya sebanyak Rp 80 Juta. Hal tersebut di ungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Karawang, Rusli Gunawan, Kamis (20/9/2018).
“Bahwa untuk tempat tinggal keluarga pasien yang di rawat di RSHS Bandung maka telah di sewakan oleh Pemkab Karawang lewat Dinas Kesehatan. Kita sewa satu tahun sebesar 80 juta rupiah,” kata, Rusli kepada BaskomNews.com.
Dijelaskan Rusli, bagi penunggu pasien, Pemkab Karawang sendiri baru bisa menyewakan tempat yang beralamat di Jalan Tawekal nomor 19 Sukajadi, Kota Bandung kira-kira berjarak 100 meter menuju RSHS.
“Rumah singgah tersebut punya enam kamar dan penjaga keamanan serta petugas kebersihan. Bagi para pasien dan pendamping pasien nanti selain dikasih tempat tinggal mereka juga diberi makan satu hari tiga kali,” jelasnya.
BACA INI : Cellica Resmikan Rumah Singgah Pasien di Bandung, Tepatkah ?
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Karawang, dr. Yuska Yasin mengatakan, rumah singgah bagi para pasien dan pendamping pasien dilatarbelakangi karena banyak keluhan jarak tempuh dari keluarga pasien.
“Banyak keluhan dari keluarga pasien, kasian kalau sampai bulak balik makanya di buat rumah singgah,” ujarnya.
Dijelaskan dr. Yuska, untuk saat ini Pemkab Karawang sendiri baru bisa menyewa rumah singgah, dan berharap agar Pemkab Karawang memiliki rumah singgah milik sendiri di Bandung, karena Bupati Karawang sempat mengusulkannya.
“Sekarang sewa dulu dan ini bertahap, bahkan ibu Bupati menguslkan agar tahun depan kalau bisa pemkab Karawang punya rumah singgah permanen di sana dan tentunya harus sesuai harganya nanti,” pungkasnya. (pls)






