Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Benarkah Pengangkatan TKK dr. Fitra di RSUD Karawang Ada Unsur Nepotisme?

dr. Fitra Hergyana.
banner 468x60

“Apakah karena dr. Fitra merupakan orang dekat bupati, sehingga begitu dengan mudah bisa diangkat begitu saja. Coba diusut kang, karena ini diduga ada unsur nepotisme,”

BaskomNews.com – Salah seorang dokter di RSUD Karawang yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan tentang pengangkatan dr. Fitra Hergyana, salah seorang dokter swasta yang tiba-tiba saja diangkat sebagai Tenaga Kontrak Kerja (TKK) Spesialis Kulit Kelamin (SpKK) di Poli Kulit Kelamin RSUD Karawang.

Pasalnya berdasarkan keterangan narasumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, masih banyak dokter TKK ahli lainya yang sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum diangkat menjadi TKK SpKK.

banner 336x280

Terlebih, dr. Fitra sendiri disebut-sebut sebagai dokter swasta yang baru bergabung di RSUD Karawang. Namun tiba-tiba saja diangkat menjadi TKK SpKK dan “diduga” masuk dalam “Usulan Penetapan Rincian Formasi” berdasarkan surat Sekda Karawang Nomor : 800/5227-BPKSDM/2018, tertanggal 13 September 2018.

“Soal lowongan CPNS itu, kenapa hanya dibuka formasi spesialis kulit dan kelamin di RSUD Karawang. Tidak ada formasi spesialis Poli Radiologi, Psikoterapi atau yang lainnya. Kenapa tiba-tiba dr. Fitra diangkat menjadi TKK SpKK. Padahal masih ada dokter yang berstatus PNS lainnya yang belum diangkat jadi TKK SpKK. Apakah ini ada unsur nepotisme,” kata dokter RSUD Karawang, yang enggan disebutkan namanya, kepada BaskomNews.com.

Menurutnya, setiap TSM (Kelompok Staf Medis) itu memang harus ada perwakilan PNS. Namun yang dipertanyakannya, mengapa pengangkatan TKK SpKK itu harus memilih dr. Fitra yang statusnya masih sebagai dokter swasta. Sementara masih ada dokter yang berstatus PNS lainnya yang masih mengantri.

“Apakah karena dr. Fitra merupakan orang dekat bupati, sehingga begitu dengan mudah bisa diangkat begitu saja. Coba diusut kang, karena ini diduga ada unsur nepotisme,” tutur dokter tersebut, yang mewanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan.

Formasi Usulan CPNS yang hanya mengusulkan “satu” pengangkatan dokter Spesialis Kulit Kelamin di RSUD Karawang berdasarkan Surat yang dikeluarkan Sekda Karawang.

Untuk diketahui, pada 2018 ini Sekda Karawang telah mengeluarkan surat “Usulan Penetapan Rincian Formasi” CPNS, yang diantanya Formasi Khusus Eks TH-K2 sebanyak 2 orang, Formasi Umum Tenaga Guru sebanyak 165 orang, Formasi Tenaga Kesehatan sebanyak 43 orang.

Termasuk di dalamnya satu Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Ahli Pertama S1 Kedokteran Spesialis Kulit dan Kelamin di RSUD Karawang, yang “diduga” sudah disediakan untuk pengangkatan dr. Fitra Hergyana.

Terlebih, sebelumnya diberitakan soal “Ribut-ribut soal Poli Kulit dan Kelamin di RSUD Karawang”. Yaitu dimana para dokter di RSUD Karawang dikabarkan banyak yang “cemburu” dengan keberadaan dr. Fitra Hergyana. Salah seorang dokter swasta yang tiba-tiba saja banyak mendapatkan perlakukan spesial, karena alasan memiliki hubungan dekat dengan Bupati Karawang.

BACA SEBELUMNYA : Ribut-ribut Soal Poli Kulit RSUD, Askun : “DPRD Tolong itu Dipanggil!”

Perlakukan spesiali ini terbukti, ketika Poli Kulit dan Kelamin di RSUD Karawang langsung mendapatkan “peremajaan pembangunan” dengan nilai miliaran rupiah. Sementara masih banyak Poli-poli di RSUD Karawang lainnya yang sudah lama belum mendapatkan peremajaan pembangunan. (Red-Investigasi)

banner 336x280