“Pekerjaan belum selesai kok sudah rame, harusnya pelajari dulu perencanaannya,”
BaskomNews.com – Terkait ramainya perbincangan pembangunan turap di sepanjang jalan Ahmad Yani Karawang yang menguras APBD Rp 15 miliar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang, Acep Jamhuri akhirnya angkat bicara.
Kepada para awak media, Acep Jamhuri mengaku heran mengapa pengerjaan proyek turap tersebut bisa ramai diperbincangkan. Padahal menurutnya, pengerjaanya saja belum selesai.
“Pekerjaan belum selesai kok sudah rame, harusnya pelajari dulu perencanaannya,” kata Acep Jamhuri, saat menggelar konferensi pers di Gedung Dinas PUPR Karawang, Rabu (3/10/2018).
Menurut Acep, pihaknya mewanti-wanti dalam pekerjaan turap tersebut, sehingga tidak akan asal-asalan. Bahkan Acep mengaku terus mengevaluasi hasil pekerjaannya.
Terlebih ditegaskannya, nantinya di sepanjang jalan Ahmad Yani bukan hanya dilakukan penggalian turap semata, melainkan bagian atasnya akan di tata dengan memakai batu alam. “Kita juga khawatir kalau asal-asalan, kan ada konsultannya,” timpal Acep.
Oleh karenanya, Acep berharap agar penataan trotoar di sepanjang jalan Ahmad Yani bisa seperti di daerah Dago Bandung. Bahkan kata Acep, di Dago saja untuk penataan trotoar dan turap menghabiskan anggaran sekitar 30 miliar.
Ketika proyek pengerjaanya selesai, sambung Acep, maka lokasi tersebut bisa dijadikan lokasi untuk berselfi. “Ini udah ribut ajah, belum juga ada kerugian negara juga,” katanya.
Untuk diketahui, anggaran yang dikeluarkan oleh DPUPR Karawang dalam pembangunan turap sepanjang 4 km ini sendiri akan menghabiskan sekitar Rp 15 miliar. (pls)






