“Dapat informasi oknum yang mengatasnamakan rakyat pengen portal dibuka. Alasannya dia punya usaha di sana. Pertanyaannya apakah kalo jalan jelek dia mau bangun tuh jalan?”
BaskomNews.com – Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menyebut jika pria gondrong dan sejumlah orang yang memprotes pemasangan portal di jalan raya Cikalong-Cilamaya, Kecamatan Jatisari pada Jumat siang kemarin (12/10/2018) kepada petugas yang berjaga, hanya merupakan propaganda yang mengatasnamakan rakyat.
Setelah mendapatkan kabar tentang informasi adanya sejumlah orang yang menginginkan portal di jalan Raya Cikalong-Cilamaya tersebut dibuka kembali, Cellica langsung mengeluarkan sindirannya melalui insta story akun Instagram resmi miliknya @cellicanurrachadiana.
“Dapat informasi oknum yang mengatasnamakan rakyat pengen portal dibuka. Alasannya dia punya usaha di sana. Pertanyaannya apakah kalo jalan jelek dia mau bangun tuh jalan?. Atau rakyat sy banyak yg celaka, apa dia mau tanggung jawab???. Seandainya ada yang berniat jahat terhadap rakyat saya, ya Allah tunjukan kebenaran itu yang sebenar-benarnya. #Propaganda mengatasnamakan rakyat”
Tulis Bupati Cellica, dalam insta story-nya, sambil meng-upload screenshoot video Si Pria Gondrong yang meminya portal jalan raya Cikalong-Cilamaya dibuka kembali.

Sementara itu, peristiwa pria gondrong dan sejumlah orang yang meminta portal jalan rakya Cikalong-Cilamaya dibuka kembali tersebut direkam oleh seorang petugas. Nampak seorang pria berambut gondrong berbicara kepada petugas yang berjaga. Sambil merokok, pria itu menyatakan keberatan mereka.
“Dia tidak membuka identitas, hanya bilang dari perwakilan masyarakat. Mereka ingin truk-truk mereka bisa lewat,” kata Kepala Dishub Karawang, Arief Bijaksana, saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (12/10/2018).
Mendengar keluhan orang tersebut, Kadishub lalu menjelaskan jika pemasangan portal bersifat sementara, sampai adanya kesepakatan antara Pemkab Karawang dengan PT. Jawa Satu Power selaku pengembang proyek PLTGU Jawa-1 di Cilamaya.
“Tapi mereka tetap meminta portal dibuka. Kalau hari Senin masih diportal mereka bakal berdemo,” ungkapnya.
Ia menuturkan, meski portal telah didatangi beberapa pria, situasi cukup kondusif. Saat ini, portal tersebut masih dijaga. Selama 24 jam, 3 hingga 4 petugas Dishub menjaga portal tersebut. “Kami juga berkoordinasi dengan polsek setempat,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang memutuskan untuk memasang portal di jalan Cikalong-Cilamaya. Hal itu dilakukan supaya truk angkutan dengan tonase berlebih tidak bisa lagi melintasi jalan milik kabupaten tersebut.
Penutupan portal tersebut tak lepas dari kondisi jalan Cikalong-Cilamaya yang kerap rusak parah. Penyebabnya, banyak angkutan yang membawa muatan melebihi kemampuan jalan.
Sesuai kondisi di lapangan, jalan di Cilamaya merupakan jalan kelas 3, yang hanya berkapasitas maksimal delapan ton muatan sumbu terberat. Tapi nyatanya, setiap hari dilewati truk pengangkut barang dengan berat belasan ton. Alhasil, kualitas jalan selalu buruk.
Kadis PUPR Karawang, Acep Jamhuri mengungkapkan, pihaknya sudah pernah memperbaiki jalan Cikalong-Cilamaya tersebut dengan konstruksi rigit beton menghabiskan sekitar Rp 15 miliar.
Pemasangan portal diharapkan bisa mencegah truk truk berat tersebut. Jika jalan Cikalong-Cilamaya digunakan sesuai klasifikasi, kondisi jalan diperkirakan akan mampu bertahan lebih dari lima tahun. (red)








