Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

“Jokowi atau Prabowo Silahkan, Tapi Hindari Adu Domba, Hoax dan Ujaran Kebencian”

Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy).
banner 468x60

“Tapi kalau mau ke Prabowo juga silahkan. Yang penting… yang penting, musuh utama kita adalah orang-orang yang mengadu domba atas nama agama,”

BaskomNews.com – Atas nama Pemkab Karawang, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) meminta agar masyarakat Karawang menghindari ujaran kebencian dan hoax dalam momentum Pilpres 2019.

Karena saat berkaca kepada sejarah, Bangsa Belanda dulu saja bisa menghancurkan Indonesia dengan cara politik devide et impera atau politik adu domba.

banner 336x280

“Saya tidak ingin  menjustifikasi kalian semua harus nyoblos Jokowi. Syukur alhamdulillah kalau bareng sama saya sama-sama ke Jokowi. Tapi kalau mau ke Prabowo juga silahkan. Yang penting… yang penting, musuh utama kita adalah orang-orang yang mengadu domba atas nama agama,” tutur Kang Jimmy, dalam kesempatan sambutan Tabligh Akbar Hari Santri Nasional, di kantor PCNU Karawang, Minggu malam (21/10/2018).

Kang Jimmy menganalogikan seberapa hebatnya kerajaan Majapahit, Gajah Mada Singosari, Mataram, Padjadjaran sampai Siliwangi. Namun semua kerjaan tersebut bangkrut alias bubar, lantaran politik adu domba.

“Ini Indonesia baru 73 tahun. Jadi kalau kita terus dihantui dan diberi makan ujaran kebencian, nothing is imposible, gak ada yang gak mungkin jika besok Indonesia tinggal hanya cerita saja. Kalau besok bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) sampai berkibar dan mereka diberikan ruang kekuasaan, maka selamat tinggal Bali, selamat tinggal Papua, selamat tinggal NTT, selamat tinggal Sumatera Utara, dan Indonesia hanya jadi kenangan,” kata Kang Jimmy.

Sambutan Kang Jimmy di kegiatan Tabligh Akbar Hari Santri Nasional di kantor PCNU Karawang yang menghimbau agar masyarakat tidak melakukan adu domba, hoax dan ujaran kebencian dalam momentum Pilpres 2019.

Ditegaskan Kang Jimmy, sampai kapanpun Negara Indonesia harus tetap ada. Sehingga anak cucu keturunan masyarakat Indonesia bisa mengabdi terhadap bangsa dan negara.

“Tolong saya belum jadi Presiden. Cucu saya belum jadi presiden, Indonesia harus tetap ada. Keturunan kita semua harus menjadi orang yang bisa mengabdi kepada bangsa dan negara ini,” timpal Kang Jimmy, saat mencoba menyampaikan penegasan bahwa dirinya juga merupakan politisi.

“Jadi oleh karena itu, yang suka Prabowo ya mangga (silahkan). Tapi tolong jangan ada ujaran kebencian. Yang suka Jokowi alhamdulillahirabbil’alamin, kan begitu, berarti bareng sama para kiyai NU. Yang terpenting siapapun pilihan kita tidak boleh lagi ada ujaran kebencian. Baik di facebook, Instagram, twitter atau lainnya,” tegas Kang Jimmy.

Masih disampaikan Kang Jimmy, ia juga meminta agar semua pengguna media sosial di Karawang tidak lagi melakukan adu domba, ujaran kebencian atau bahkan hoax. Jika saja hal tersebut tetap dilakukan, Kang Jimmy berjanji akan meminta Kapolres Karawang untuk diproses secara hokum.

“Semua jama’ah sosial media tidak boleh lagi mengadu domba atau ujaran kebencian. Pemerintah daerah tidak akan segan-segan kalau masih ada warga Karawang yang mengadu domba ujaran kebencian. Saya insya Allah bisa telpon Pak Kapolres untuk diproses secara hukum,” pungkas Kang Jimmy.(red)

banner 336x280