“Ini membuktikan kalau rekrutmen tenaga kerja di Karawang ini masih banyak oknum calo tenaga kerja. Saya himbau ke depan masyarakat, jangan mudah percaya dengan oknum calo tenaga kerja seperti ini”
BaskomNews.com – Ini bukan kali pertama Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menerima keluhan warga yang datang ke rumah dinasnya terkait susahnya mencari pekerjaan atau melamar kerja ke pabrik/industri.
Kamis (3/1/2019), Kang Jimmy kembali kedatangan seorang ibu bernama Nita, warga asal Cikampek. Di depan Kang Jimmy, Ibu Nita mengeluhkan persoalan anaknya bernama Endro yang sedang melamar pekerjaan ke sebuah pabrik melalui jasa penyalur tenaga kerja (outsourcing), namun harus membayar uang operasional sebesar Rp 6,4 juta.
Dengan bukti kwitansi pembayaran 6,4 juta kepada outsourcing yang dimaksud, Ibu Nita mengaku jika sampai saat ini anaknya justru belum bisa masuk sebagai buruh/pekerja di pabrik.
Kedatangan Ibu Nita ke rumah dinas Kang Jimmy ini sendiri diantarkan oleh ‘Relawan Jajap Solusi’ yang masih merupakan ‘Barudak Viking Cikampek’.
Atas persoalan ini, Kang Jimmy kembali menegaskan, jika sampai saat ini rekrutmen tenaga kerja di Karawang masih banyak oknum calo tenaga kerja yang bergentayangan. Kendati Bupati sendiri sudah mengambil kebijakan bahwa rekrutmen tenaga kerja harus satu pintu melalui Disnaker Karawang.
“Ini membuktikan kalau rekrutmen tenaga kerja di Karawang ini masih banyak oknum calo tenaga kerja. Saya himbau ke depan masyarakat, jangan mudah percaya dengan oknum calo tenaga kerja seperti ini. Ibu yang sabar ya, insya Allah nanti saya bantu,” kata Kang Jimmy kepada Ibu Nita.
Atas persoalan ini pula, Kang Jimmy berharap agar para pemilik kebijakan tenaga kerja, baik dari pihak pemerintah maupun dari perusahaan itu sendiri bisa tersentuh hatinya. Karena ditegaskan Kang Jimmy, selama ini masyarakat Karawang tidak pernah menuntut banyak dengan menjamurnya industri di Karawang.
Masyarakat hanya berharap bisa bekerja di industri yang sudah sepatutnya menyediakan 60 persen jatah lowongan tenaga kerja bagi warga lokal Karawang. “Semoga hati para pemilik kebijakan bisa tersentuh. Bahwa orang Karawang tidak mau jadi camat atau jadi apa-apa. Hanya hayang jadi kuli, gawe di lembur sorangan (hanya ingin bisa bekerja di tanah kelahirannya sendiri),” tandas Kang Jimmy. (red)






