Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Ribuan Massa Kepung PT HPPM Karawang

Ribuan massa kepung PT HPPM di Kawasan Indotaise, Cikampek, Karawang.
banner 468x60

“Semua tuntutan kami Insya Allah di kabulkan, 21 orang akan di angkat menjadi karyawan tetap. Nanti pihak kepolisian akan memfasilitasi pihak perusahaan dengan Bupati agar tidak lagi ada putus kontrak, karena itu amanat UU No 59 tahun 2003,”

BaskomNews.com – Ribuan massa geruduk PT Honda Precision Part Manufacturing (HPPM) yang berlokasi di Kawasan Indotaise sektor 1A blok S, Desa Kalihurip, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Massa tersebut terdiri dari warga Desa Kalihurip, Desa Dawuan, Karang Taruna, LSM GMBI, dan LSM Barisan Rakyat Indonesia yang menuntut agar PT HPPM lebih memprioritaskan warga asli Cikampek untuk bekerja, Senin (7/1/2019).

banner 336x280

“Sesuai Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2011, penempatan tenaga kerja lokal Karawang sebanyak 60 persen, dan dari luar Karawang 40 persen,” kata Deden Darmansah, Tokoh Masyarakat Cikampek kepada BaskomNews.com.

Pasalnya, lanjut Deden, PT HPPM telah menyimpang dari Undang-undang nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan bahwa dalam pekerjaan pokok tidak boleh di kontraktualkan. Atas dasar itu, warga mengepung PT HPPM.

(Suasana pasca ribuan massa merangsek ke dalam PT HPPM menerjang pagar utama hingga rubuh)

Setelah melakukan mediasi selama lima jam lebih antara perwakilan tokoh masyarakat Cikampek, kepala desa, LSM Barak Indonesia dengan pihak PT HPPM. Menghasilkan kesepakatan bahwa pihak perusahaan akan memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja.

“Semua tuntutan kami Insya Allah di kabulkan, 21 orang akan di angkat menjadi karyawan tetap. Nanti pihak kepolisian akan memfasilitasi pihak perusahaan dengan Bupati agar tidak lagi ada putus kontrak, karena itu amanat UU No 59 tahun 2003,” ujar Deden.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Barak Indonesia D Sutejo mengatakan, keikutsertaannya dalam aksi tersebut untuk memperjuangkan hak warga sekitar PT HPPM.

“Kita mendukung masyarakat agar bisa bekerja. Nanti satu komando penerimaan tenaga kerja oleh kepala desa, tidak ada bendera yang lain,” timpalnya.

Pantauan BaskomNews.com di lokasi, suasana sempat tidak kondusif lantaran ribuan massa terus merangsek ke dalam perusahaan dan menerjang pagar utama hingga rubuh. (pls)

banner 336x280