BaskomNews.com – Dunia Pendidikan Karawang kembali dihebohkan dengan aksi anarkisnya para siswanya. Ironisnya, kali ini aksi anarkisme siswa tersebut bukan lagi dilakukan oleh para siswa tingkat SMA/SMK dan sederajatnya. Melainkan dilakukan oleh para siswa tingkat Sekolah Dasar (SD).
Berdasarkan video berdurasi 29 detik yang diterima BaskomNews.com, puluhan siswa SDN di Karawang yang masih mengenakan seragam sekolah olahraga tengah baku hantam berkelahi di sebuah kebun. Video tersebut mendadak viral karena di upload di media sosial oleh salah seorang siswa.
Berdasarkan hasil investigasi pihak kepolisian, belakangan diketahui bahwa aksi saling baku hantam para siswa SD tersebut diketahui dari siswa SDN 1 Kiara, Desa Kiara, Kecamatan Cilamaya Kulon sejumlah 15 siswa dengan siswa SDN 1 Langgensari, Desa Langensari, Kecamatan Cilalamaya Kulon sebanyak 12 siswa.
Aksi saling baku hantam antar siswa SD ini sediri terjadi pada Sabtu (12/1/2019), sekitar pukul 10.00 WIB, di sebuah perkebunan mangga di Dusun Pangasinan RT 01/01, Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Video baku hantam antar siswa SD di Cilamaya tersebut direkam oleh seorang alumni berinisial RH (13), yang belakangan diketahui merupakan siswa MTS Annur Lemahabang Wadas. Beruntung, tidak ada korban luka berat dalam aksi baku hantam antar siswa ini. Salah seorang siswa hanya dikabarkan mengalami luka ringan berupa goresan kuku di bagian wajahnya.
Endang Muhtar, Kepsek Langgensari 1 mengatakan, perkelahian tersebut terjadi pada Sabtu (12/1/2019), dimana siswa dari dua sekolah tengah bermain sepak bola. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba puluhan siswa tersebut saling ejek.
Setelah mereka pulang dari sekolah, puluhan siswa tersebut kembali ke lapangan sepak bola untuk berkumpul. Lantas mereka berkelahi di sebuah perkebuanan. Mirisnya, perkelahian tersebut direkam oleh salah seorang dari salah satu alumni sekolah.
Nasrul Johari, Kepsek SDN Kiara 1 juga menuturkan, atas kejadian ini kedua pihak sekolah telah memanggil orangtua siswa untuk berikan klarifikasi dan penyuluhan. Akan tetapi salah seorang alumni SDN Kiara 1 yang didiuga merekam dan menyebarkan video perkelahian di media social belum bersedia untuk menjelaskan motif perbuatannya. (red)








