Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Kadisbudpar ‘Ogah’ Disebut Tak Serius Kelola Pariwisata

Kepala Disbudpar Karawang, Okih Hermawan.
banner 468x60

“Pak Danu itu komisi berapa, komisi II itu domainnya apa, kalau komisi II berkenaan dengan pendapatan, jika beliau mengatakan tidak maksimal kelola pariwisata apa tolak ukurnya”

BaskomNews.com– Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karawang, Okih Hermawan ogah (tidak mau) disebut jika dinasnya tidak serius mengelola potensi sektor pariwisata Karawang.

Pernyataan ini dilontarkan Okih Hermawan, menyusul adanya pernyataan dari Ketua Komisi II DPRD Kabuoaten Karawang, Danu Hamidi beberapa waktu lalu.

banner 336x280

“Pak Danu itu komisi berapa, komisi II itu domainnya apa, kalau komisi II berkenaan dengan pendapatan, jika beliau mengatakan tidak maksimal kelola pariwisata apa tolak ukurnya. Jangan asal kongkorongok di media, da pasti media ge konfirmasi kadieu (ke sini),” tutur Okih Hermawan.

Lebih lanjut Okih membeberkan capaian PAD dari sektor pariwisata di tahun 2018 yang mencapai di angka Rp 120 miliar lebih. Sehingga menurut Okih, capaian yang melampaui target PAD di tahun 2018 ini menjadi salah satu bukti kinerja Disbudpar yang dipimpinnya.

“Jadi jika Pak Danu mengatakan tidak maksimal, dari mana dasarnya, berapa targetnya, berapa capaiannya. Karena di tahun 2018 PAD kami sampai pada target, bahkan melebihi target,” katanya.

Atas pernyataan Danu Hamidi tersebut, Okih justru bertanya balik kepada DPRD Karawang terkait apakah sudah maksimal dalam memberikan biaya untuk sektor pariwisata. “Saya balik nanya apa yang sudah diberikan, apakah usulan anggaran dikabulkan 100%. Jadi kalau datang ke sini harus pakai data,” katanya.

Namun diakui Okih, ada beberapa kegiatan Disbudapar di tahun 2018 yang tidak dapat direalisasikan, karena alasan waktunya tidak terkejar.

“Kemaren saya sampaikan ketika acara di Novotel di depan para rektor-rektor, enggak ada kinerja saya yang tidak capai target. Baik capaian maupun belanja, walaupun ada nilai yang kurang baik, hanya satu program kegiatan, yaitu pameran keluar yang tidak dilaksanakan. Karena waktunya tidak keburu, namun anggarannya dikembalikan,” tandas Okih. (bal)

BACA SEBELUMNYA : Danu : “Pemkab Tak Serius Kelola Pariwisata”

banner 336x280