Terus kemudian tanyakan lagi sama Si Teteh, apakah di anggaran 2019 ini saya pernah diundang untuk menyusun APBD 2019, mangga taroskeun deui (tanyakan lagi),”
BaskomNews.com – Disinggung mengenai tanggapan dari Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang menyarankan wartawan agar bertanya kepada ‘Aa Jimmy’ terkait penyelesaian masalah sekolah rusak di 2019, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) ‘buka-bukaan” soal dirinya yang tidak dilibatkan dalam pembahasan APBD Tahun 2019.
Kepada awak media, Jimmy mengaku pernah melakukan rapat di Hotel Resinda Karawang pada 2017 lalu untuk membahas penyelesaian bangunan sekolah rusak di Karawang. Saat itu hadir Bupati Cellica, Sekda Teddy, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR, serta beberapa kepala dinas lainnya.
Saat itu, Jimmy mengaku agar semua kepala dinas memangkas anggaran yang tidak penting untuk kemudian dialihkan menjadi anggaran pendidikan untuk perbaikan sekolah rusak. “Saya pernah ikut rapat di Resinda. Ibu Cellica, sekda, kepala dinas pendidikan, PUPR dan lainnya juga ada,” tutur Kang Jimmy, saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (31/1/2019).
“Di sana saya pangkasin semua anggaran, khsusunya anggaran yang tidak penting seperti kunjungan kerja, belanja rutin dan lain-lain. Pak Teddy-nya masih ada, tanya aja Pak Teddy kalau masih penasaran,” timpal Kang Jimmy.
Saat itu, sambung Kang Jimmy, justru dirinya meminta agar anggaran buat bangunan Sekolah Dasar (SD) dianggarkan Rp 300 miliar dengan dipecah merjadi 2 kali anggaran. Yaitu Rp 150 miliar di Tahun Anggaran 2018, dan Rp 150 di 2019.
“Tapi faktanya di 2018 itu hanya dianggarkan Rp 40-50 miliar. Jadi kalau kata Si Ibu kenapa coba tanya Jimmy, ya coba tanya lagi Ibu Cellica-nya. Terus kemudian tanyakan lagi sama Si Teteh, apakah di anggaran 2019 ini saya pernah diundang untuk menyusun APBD 2019, mangga taroskeun deui (tanyakan lagi),” tandas Kang Jimmy. (zay)






