Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Sikapi Ricuh Aksi Balikpapan, Aliansi Cipayung Plus Karawang Turun ke Jalanan

Massa aksi Aliansi Cipayung Plus Karawang melakukan aksi long march ke Bunderan Mal Ramayana Karawang, Senin (18/2/2019).
banner 468x60

BaskomNews.com – Senin (11/02/2019), terjadi Aksi Demonstrasi Aliansi Cipayung Balikpapan (GMKI, HMI, GMNI, PMII). Aksi Demonstrasi Aliansi Cipayung Plus Karawang ini menindaklanjuti insiden aksi demonstrasi pada 11 Februari 2019 di Balikpapan, dalam rangka pemberian raport merah sebagai evaluasi kinerja Pemerintah Kota Balikpapan ini sebagai hadiah HUT Kota Balikpapan yang ke-122 pada 10 Februari.

Titik kumpul masa aksi berkumpul di GOR Panatayudha Karawang, kemudian menuju Bunderan Mal Ramayana Karawang untuk melakukan orasi aksi.

banner 336x280

Adapun tuntutan Aksi Damai ini yaitu : 1. Menuntut Polda Kaltim untuk mempercepat pengusutan Kasus Korupsi RPU Balikpapan (Rumah Pemotongan Unggas) yang diperkirakan merugikan negara sebesar 11 miliar, 2. Menuntut Kapolres Balikpapan untuk mempercepat pengusutan Kasus Korupsi TPU (Tempat Pemakaman Umum) km 15 Balikpapan yang diperkirakan merugikan negara sebesar 9 miliar, 3. Mendesak DPRD Kota Balikpapan untuk mengawal kasus korupsi RPU dan TPU, 4. Mendesak Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Kota Balikpapan, 5. Menuntut transparansi penggunaan anggaran penanggulangan banjir dari tahun 2014-2019.

Aksi Aliansi Cipayung Plus Karawang.

Adapun untuk insiden aksi demonstrasi di Balikpapan adalah sebagai berikut ;

Pada awalnya massa aksi berkumpul di musterpoint sekitar pukul 10.00 WITA dan mulai melakukan long march dari Muster Point (Simpang 3 Plaza Balikpapan) menuju titik Aksi (kantor DPRD Kota Balikpapan) . Setibanya di depan kantor DPRD dilakukan orasi oleh tiap-tiap perwakilan Cipayung hingga pukul 12.00 WITA untuk kemudian dilakukan rehat sejenak menunggu kawan-kawan muslim Cipayung menunaikan Ibadah Sholat Dzuhur.

Setelah sholat, massa kembali melancarkan aksi demonstrasi untuk memasuki pelataran kantor DPRD, namun dihadang oleh petugas. Kericuhan sempat terjadi ketika salah seorang polisi berusaha menyusup ke dalam barisan demonstran yang akhirnya berhasil diusir oleh massa. Massa menuntut agar Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan untuk hadir memberikan penjelasan mengenai tuntutan aksi, namun tidak diindahkan oleh aparat kepolisian, Kapolres Balikpapan dan perwakilan DPRD yang hadir.

Merasa geram karena tuntutan tidak terpenuhi, akhirnya massa mulai memblokade jalan di depan kantor DPRD dan membakar keranda aksi. Aksi-aksi kericuhan mulai terjadi, massa mulai memberhentikan truk yang lewat dan menaiki truk serta melakukan orasi, sehingga terjadi aksi baku dorong antara aparat dan massa aksi.

Secara bergantian aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cupayung Plus Karawang melakukan orasi.

Perwakilan masing-masing organisasi Cipayung berusaha naik ke atas truk untuk melakukan orasi sembari mengibarkan bendera. Termasuk diantaranya, Saudara Erwin (Anggota Komisariat STT Migas) dan Saudara Indra Hermawan (Sekfung PKK) berusaha untuk menaiki truk, tetapi salah satu anggota polisi menarik paksa keduanya untuk turun sehingga terjatuh di jalan raya.

Karena pihak kepolisian tidak mau memfasilitasi kedatangan Ketua DPRD dan Walikota, sehingga massa pun memblokade jalan dengan cara menduduki jalan raya. Pada saat tersebut Dandim beserta Wakil Ketua DPRD Balikpapan datang untuk berusaha melakukan negosiasi dengan massa aksi, namun massa memilih untuk melakukan audiensi di tengah jalan bersama Ketua DPRD dan Walikota Balikpapan.

Hingga pukul 15.00 WITA, Kapolres Balikpapan mengajak massa yang beragama muslim untuk menunaikan Ibadah Sholat Azhar di masjid terdekat, akhirnya massa pun mulai terbagi dua. Massa non-muslim yaitu Anggota GMKI dan beberapa anggota GMNI teguh berada pada barisan, duduk memblokade jalan raya. Karena kondisi massa aksi sudah berkurang, akhirnya aparat kepolisian bersama pasukan Sabhara mengepung barisan yang masih duduk di jalan.

Posisi saat tersebut, Saudara Velya Galyani (Sekretaris Cabang) duduk di barisan depan sehingga mendapat tendangan dari pihak Kepolisian Wanita dan sempat diangkat serta dimintai KTP, sempat adu mulut, melihat hal tersebut massa yang tersisa pun melakukan aksi perlawanan sehingga terjadi kericuhan dalam hal ini terjadi aksi baku dorong dengan pihak aparat termasuk ikut di antaranya Saudara Monika (Ketua Cabang GMKI Balikpapan), pemukulan dengan pentung, dikeroyok dan diinjak tak bisa dihindarkan hingga akhirnya menelan korban pertama yaitu saudara Robby Vergita (Anggota GMKI) yang jatuh dan dilarikan ke RS. Saudara Robby Vergita terlibat aksi saling dorong dan diinjak pada bagian perutnya sehingga sempat sulit bernapas.

Ketika kericuhan terjadi, juga terjadi perampasan atribut bendera GMKI (ukuran 2×3) oleh aparat kepolisian yang saat itu dipegang oleh Saudara Septianus Hendra (Anggota GMKI). Melihat atribut yang dirampas dan dilarikan secara paksa oleh aparat kepollisian, Saudara Rianto (Sekfung Or) berlari ke arah polisi dan berusaha mengambil kembali bendera GMKI, namun malah mendapatkan perlakuan represif dalam hal ini dicekik dan diseret menjauhi kumpulan massa.

Massa aksi Aliansi Cipayung Plus Karawang berkumpul di Bunderan Mal Ramayana Karawang.

Sempat diamankan oleh aparat kepolisian, saudara Rianto akhirnya berhasil melarikan diri kembali menuju ke kumpulan massa aksi. Pada saat yang bersamaan Saudara Angga (Pengurus Komisariat) juga berusaha untuk merebut kembali bendera, namun dihadang oleh petugas dan jugaa mengalami tindakan represif dalam hal ini dipukul di bagian belakang, dicekik di leher dan diseret menuju Mobil Polisi, namun berhasil melarikan diri.

Juga Saudara Van Gobel (Wakil Bendahara Cabang) berusaha untuk merebut bendera yang dirampas oleh aparat, lagi-lagi mendapatkan perlakuan represif yaitu badannya ditarik ke dalam gang dan juga dibanting keras ke jalan. Massa akhirnya didorong dan dikepung di pelataran kantor PMI (Palang Merah Indonesia) yang berjarak tidak jauh dari Kantor DPRD. Korban pun mulai berjatuhan, hingga akhirnya seusai menjalankan Ibadah Sholat Ashar, rekan-rekan yang kembali ke kumpulan massa semakin tersulut amarahnya melihat kondisi yang sudah tidak aman karena adanya tindakan represif yang mulai menelan korban.

Akhirnya massa memutuskan untuk merapatkan barisan dan kembali memblokade jalan, sempat terjadi adu mulut dengan aparat kepolisian, akhirnya kericuhan kembali terjadi, sekali lagi massa aksi banyak yang mendapatkan tindakan represif dari aparat sehingga korban pun semakin berjatuhan. Salah satunya Saudara Alwi Simamora (Sekfung Akspel) yang mendapatkan pukulan di bagian dada hingga akhirnya harus dilarikan ke RS terdekat.

Total korban yang berjatuhan sebanyak 11 orang yaitu 2 orang dari GMKI (Sekkretaris Fungsi Aksi dan Pelayanan dan anggota Komisariat), 4 orang dari HMI termasuk Ketua Cabang dan Sekretaris Cabang, 2 orang dari GMNI termasuk Ketua Cabang (Korlap Aksi),dan 3 orang dari PMII termasuk Ketua Cabang (Humas Aksi).

Aksi berakhir sekitar pukul 17.30 WITA, setelah massa menuntut agar atribut bendera GMKI yang disita oleh aparat kepolisian untuk dikembalikan. Atas terjadinya Tindakan represif yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian Balikpapan terhadap aksi dari kelompok Cipayung Balikpapan, maka dengan ini kami Cipayung Plus Karawang (GMKI, HMI, GMNI, HIKMAHBUDHI) menyatakan sikap :

  1. Mengecam tindakan Represif Kepolisian Balikpapan
  2. Meminta Kapolri Tito Karnavian mencopot Kapolres Balikpapan
  3. Menindak tegas onum-oknum anggota kepolisian Balikpapan
  4. Menuntut pihak kepolisian meminta maaf kepada kelompok Cipayung

Kami kelompok Cipayung Plus Karawang berharap agar kejadian yang telah terjadi di Balikpapan ini tidak terulang kembali di seluruh Indonesia terutama di Karawang.

Ditulis :

Ricardo Sibuea (Notulen Aksi Solidaritas)

Sepri Antoni Sitopu (Ketua GMKI Cabang Karawang)

(rls)

banner 336x280