“Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok yang berumur 3 sampai 6 minggu,”
BaskomNews.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Karawang melakukan pemberian vaksin untuk 18.000 ekor anak ayam yang diperoleh dari 360 rumah tangga miskin (RTM). Vaksin itu dilakukan untuk mencegah penyakit gumboro.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago mengatakan, di tahun 2019 ini sebanyak 492 ribu ayam petelur akan diserahkan kepada 9.200 rumah tangga miskin Karawang. “Kita melakukan vaksin secara bertahap,” katanya, Senin (11/3/2019).
Ia mengungkapkan, vaksin diberikan untuk menghindari penyakit Gumboro atau Infectious Bursal Disease (IBD). Gumboro merupakan penyakit menular akut pada ayam yang berumur muda.
Lanjutnya, ciri penyakit tersebut ditandai dengan peradangan berat pada bursa fabrisius dan bersifat immunosupresif yaitu lumpuhnya sistem pertahanan tubuh ayam yang mengakibatkan turunnya respon ayam terhadap vaksinasi dan ayam-ayam menjadi lebih peka terhadap pathogen.
Gejala-gejala awal ayam yang telah terinfeksi virus IBD adalah ayam terlihat lesu, kurang bergairah dan seringnya berdiam diri yang menyebabkan nafsu makan dan minum menurun.
“Ayam yang paling banyak terserang adalah kelompok yang berumur 3 sampai 6 minggu. Biasanya kalau yang baru berumur dua minggu itu kurang terlihat,” pungkas Hanafi. (rls)






