Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Tengok Bayi 5 Bulan yang Dikubur Hidup-hidup oleh Ibu Kandungnya, Bupati Purwakarta Tak Kuasa Menahan Tangis

Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat menjenguk sang bayi di Ruang PICU RSUD Bayu Asih Purwakarta.
banner 468x60

BaskomNews.com – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menjenguk serta melihat kondisi Dian, bayi berusia 5 bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri, di Ruang PICU RSUD Bayu Asih Purwakarta. Rona kesedihan nampak dari Bupati yang sedang hamil 9 bulan tersebut.

Dengan didampingi oleh Dirut RSUD Bayu Asih serta ayah korban, Anne tampak tak kuasa menahan air mata. Bahkan Bupati yang biasa disapa dengan Ambu Anne ini meminta masyarakat Purwakarta untuk memberikan doa agar Dian bisa melewati masa kritisnya.

banner 336x280

“Berharap ada mukjizat kembali, bisa lebih baik lagi perkembangannya dan doa kesembuhan untuk bayi cantik ini,” ungkap Anne, di RSUD Bayu Asih Purwakarta, Kamis (28/3/2019).

Mendapatkan informasi dari keluarga korban, Anne menuturkan kelahiran Dian secara normal dan tanpa kekurangan sedikitpun. Dirinya menyebut bahwa Dian adalah bayi yang cantik, mudah-mudahan ada keajaiban kedua bagi bayinya, agar bisa melewati masa kritis dan sembuh total.

“Mukjizat pertama terjadi saat dia terkubur, karena secara logika medis, setengah jam dikubur itu bisa (meninggal dunia),” ucap Anne yang tak kuasa menahan kesedihan.

Kepada keluarga korban, Anne pun meminta agar diberikan kesabaran dan tidak perlu memikirkan biaya pengobatan, pihaknya akan mencover seluruh pengobatan bayi tersebut hingga sembuh.

Adapun terkait yang dialami oleh Dian, Anne mengungkapkan hal tersebut bisa diakibatkan oleh baby blues syndrom, ditambah ada beberapa faktor yang akhirnya terjadi kejadian tersebut (penguburan bayi hidup-hidup).

TKP penguburan sang bayi.

Untuk mengantisipasi serta masih belum pahamnya masyarakat akan baby blues syndrom, Anne mengaku akan mengumpulkan Bidan Desa agar memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat terutama untuk para ibu yang sedang mengandung.

“Saat trimester pertama harus diawasi oleh minimal bidan desa, harus dipantau kesehatan si ibu dan perkembangan janin, minimal sebulan sekali. Kejadian ini harus jadi peringatan semuanya, dan kejadian ini baru pertama kali di Purwakarta,” kata dia.

Sedangkan untuk memantau kondisi kejiwaan Ibu korban, pihak Pemda Purwakarta siap memberikan pendampingan bahkan menyiapkan psikiater termasuk medis. “Kita berikan pendampingan kepada Ibunya ya, kita siapkan psikiater dan medis untuk memeriksa kondisi psikis si ibu tersebut,” kata Anne.

Anne juga berharap dengan adanya kejadian tersebut, dirinya meminta agar pihak bidan desa dan puskesmas di Purwakarta bisa memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan keluarganya, bila perlu berikan pendampingan.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta digegerkan dengan kabar penguburan bayi 5 bulan yang dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya sendiri. Sang Ibu berinisial W (35) mengubur sang bayi di belakang rumahnya dengan kedalaman 30 centimeter.

W diduga mengalami depresi yang didera sejak masa kandungan 7 bulan. Beruntung warga sekitar menemukan sang bayi, dimana sebelumnya W mengaku jika bayinya tersebut diculik orang.(cr3)

banner 336x280