Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Setelah Intai Calo Tenaga Kerja, Ini Rekomendasi Kang Jimmy kepada Bupati Cellica

banner 468x60

“Ini bukan hari terakhir kita lakukan pengintaian. Besok lusa, minggu depan atau kapanpun akan terus kita intai tanpa sepengetahuan pejabat Disnaker,”

BaskomNews.com – Setelah selesai melakukan pengintaian oknum calo tenaga kerja di kantor Disnakertrans Karawang, Senin (1/4/2019), Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) berjanji akan terus melakukan pengintaian besok atau lusa tanpa sepengetahuan pejabat Disnaker.

Terlebih ditegaskan Jimmy, selama masih ada keluhan calo tenaga kerja dari para Pencaker lewat media sosial ataupun melalui relawannya di lapangan. “Ini bukan hari terakhir kita lakukan pengintaian. Besok lusa, minggu depan atau kapanpun akan terus kita intai tanpa sepengetahuan pejabat Disnaker. Kalau ada Pencaker yang tertipu calo, segera lapor ke saya dengan bukti-bukti yang ada. Makanya saya tegaskan jangan percaya sama calo,” tutur Kang Jimmy, kepada BaskomNews.com.

banner 336x280

Selain itu, Kang Jimmy juga mengaku memberikan beberapa rekomendasi kepada Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. Pertama, Kang Jimmy merekomendasikam agar Disnakertrans Karawang segera membuat Website untuk keperluan informasi lowongan kerja serta pembuatan kartu kuning, agar ke depan kantor Disnaker tidak terlalu menumpuk lalu lalang para Pecaker.

Sehingga para Pencaker yang datang ke Disnaker cukup hanya mereka yang mengambil kartu kuning atau mengikuti pelatihan kerja. “Apa susahnya sih dibuatkan Website, gak mahal kok. Paling mahal berapa sih pembuatan Website sama pengelolaannya,” kata Kang Jimmy.

Kedua, Kang Jimmy juga merekomendasikan agar Bupati segera membuat Perbup berkaitan dengan Perda Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2011. Yaitu dimana penegasan tentang 60% untuk warga Karawang dan 40% untuk luar Karawang. Tentunya dengan kembali menegaskan kepada setiap perusahaan di Karawang, minimal setiap tahun perusahaan merekrut tejaga kerja asal Karawang sebanyak 30 orang.

“Kalau satu perusahaan bisa rekrut tenaga kerja 30 orang saja pertahun, maka dikalikan seribu perusahaan saja sudah berapa. Sementara perusahaan di Karawang seribu lebih. Sekali lagi kita tegaskan, di sini kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi berusaha mencoba menjawab dan memenuhi aspirasi masyarakat selama ini yang belum bisa kita realisasikan. Dan saya juga meminta kepada semua perusahaan di Karawang untuk bisa memahami kondisi ini,” timpal Kang Jimmmy.

Ketiga, Kang Jimmy juga menegaskan kepada Disnakertrans Karawang agar biaya parkir para Pencaker yang datang ke Disnaker disamaratakan dengan maksimal biaya Rp 2.000 rupiah. “Parkir di Disnaker tidak boleh lebih dari 2 ribu pokoknya. Jangan disamakan dengan mal atau parkir pasar swalayan. Karena Disnaker itu kantor layanan masyarakat, bukan kantor bisnis,” pungkas Kang Jimmy. (red)

banner 336x280