Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

“Bukan Hanya Sekedar Nyaleg, Ini Pertaruhan Harga Diri Urang Karawang”

Asep Irawan Syafe'i M.Si
banner 468x60

BaskomNews.com – Bagi pria kelahiran Karawang, 23 September 1974 ini, momentum Pemilu khususnya Pileg 2019 bukan hanya sekedar pertarungan politik untuk menuju Senayan. Melainkan juga pertaruhan harga diri ‘Urang Karawang’ di kancah politik nasional.

Caleg DPR RI Dapil Jabar VII Nomor Urut 5 dari PKS yang memiliki nama lengkap Asep Irawan Syafei, M.Si ini mengaku sudah lama memimpikan tokoh-tokoh muda Karawang untuk berpartisi aktif dalam pembangunan daerahnya sendiri, melalui campur tangan kebijakan politik nasional.

banner 336x280

Bagaimana tidak, Karawang yang kayak akan tradisi dinamitas intelektual, sebenarnya memiliki banyak potensi tokoh-tokoh muda untuk menjadi pemimpin di tanah kelahirannya sendiri, atau bahkan bertarung sekalipun di luar daerahnya.

“Bagi saya pribadi Pileg 2019 ini bukan hanya sekedar pencalegan, tetapi juga pertarungan harga diri urang Karawang. Karena saya yakin bukan hanya saya pribadi saja yang selama ini bermimpi besar tentang Karawang. Saya yakin caleg DPR RI asli urang Karawang lainnya juga berpikir demikian,” tutur Asep Irawan Syafe’i.

Pria lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini juga mengungkapkan keyakinannya yang lain tentang potensi tokoh-tokoh muda di Karawang. Menurut pria yang lebih akrab disapa Kang Ais ini, mungkin sudah menjadi takdir dalam sejarah kelahiran daerahnya sendiri (maksudnya sejarah Proklamasi di Rengasdengklok), jika urang Karawang sejak dulu sudah dikenal sebagai petarung.

“Kalau istilah yang sering kawan-kawan aktivis ungkapkan, loe jual gua borong!. Dan inilah momentum tepat dimana urang Karawang jangan hanya sekedar menjadi penonton. Melainkan menjadi pelaku sejarah untuk kebanggaan tanah kelahirannya sendiri, khususnya di momentum Pileg 2019 ini,” kata Kang Ais.

Dalam potensi Karawang lainnya, khususnya pada potensi Sumber Daya Alam (SDA), ekonomi dan industri, intelektual dan pengusaha muda yang kini bermetamorfosa menjadi politisi ini juga mengungkapkan tentang ‘Kota Pangkal Perjuangan’ dan ‘Kota Lumbung Padi’ yang selalu menjadi sarat perebutan atau daya tarik setiap individu atau kelompok masyarakat di dalam mencari sumber penghidupan (ekonomi).

“Di Karawang industri banyak, lahan pertanian luas, terus sampai kapan kita mau jadi penonton?. Siapa coba yang gak bangga dengan Karawang, sampai dengan banyak orang luar daerah berbondong-bondong datang ke Karawang untuk mencari penghidupan. Sekali kau minum air Citarum, maka selamanya kau akan selalu rindu dengan Karawang. Begitu kalau kata kawan-kawan di dalam timses pencalegan saya bilang,” timpal Kang Ais.

Di akhir pernyataan yang diungkapkannya, suami dari Wulan Puspasari ini menyatakan, sebenarnya Karawang merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi. Dari mulai SDA, ekonomi, budaya, seni serta keanekaragaman potensi lainnya, seharusnya mampu dimaksimalkan untuk kepentingan warganya.

Namun demikian, segala bentuk potensi pembangunan Karawang tersebut tidak sebanding dengan laju pertumbuhan penduduk Karawang yang semakin membludak, khususnya karena faktor warga pendatang. Sehingga menurut Kang Ais, dari beberapa potensi tersebut tidak akan mampu dikelola dengan maksimal, jika hanya mengandalkan anggaran daerah semata (APBD Karawang).

“Maka dalam hal mengelola segala macam potensi inilah perlu campur tangan kebijakan politik nasional. Artinya, Karawang masih membutuhkan anggaran lebih untuk mengelola potensi pembangunan yang dimilikinya. Oleh karenanya, harus ada tokoh-tokoh muda perwakilan urang Karawang di Senayan nanti, dalam rangka merumuskan rekayasa pembangunan yang berbanding lurus antara pertumbuhan SDA dengan SDM,” pungkas Kang Ais.(red)

banner 336x280