BaskomNews.com – Pasca diamankan Tim Densus 88 Mabes Polri di kediamannya, di sebuah ruko di Jalan Wirasaba, Adiarsa Kampung Utama Jaya, Keluarsa Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Rabu malam (3/4/3019), akhirnya diketahui jika Arif merupakan teroris asal Bima, Nusa Tenggara Timur (NTB).
Pria yang sehari-hari berjualan kebab ini diketahui merupakan salah satu penggerak sel jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Arif juga diduga bos dari WP alias Syahid, yang sebelumnya ditangkap di Kabupaten Bandung.
Menurut Ketua RT 01/01, Enggun Suryadi (35), terduga teroris yang berasal dari NTB itu ditangkap Tim Antiteror ketika hendak membuka usaha dagangan kebabnya.
“Benar tadi malam ada yang mengaku petugas dari Mabes Polri menganankan Arif yang sudah tinggal satu tahun lalu bekerja di usaha Kebab. Diduga terkait dalam jaringan teroris,” katanya, kepada wartawan.
Dikatakan Enggun, Arif ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Arif baru selesai menjalankan ibadah shalat isya. “Arip asal NTB, sudah menikah dengan Fani warga setempat setahun lalu,” katanya.
Menurut Enggun, sehari-hari Arif dikenal bergaul dengan warga sekitar dan tidak terlihat mencurigakan sebagai salah satu jaringan teroris. “Sehari-hari penampilannya juga biasa saja, pakai celana jeans mengikuti mode,” timpal Enggun.
Masih dijelaskan Enggun, kepada warga sekitar Arif terlihat ramah dan sopan seperti warga lainnya. Namun dijelaskan Enggun, meski sudah satu tahun tinggal di ruko tersebut, Arif belum pernah menyerahkan dokumen kependudukan kepada RT. “Padahal saya sudah minta,” pungkas Enggun.(red)














