BaskomNews.com – Kabar duka pasca masa pencoblosan Pemilu 2019 kembali datang. Kini, Aep Saepudin (35), seorang Komisioner Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Tegalwaru Kabupaten Karawang meninggal dunia akibat kelelahan setelah melakukan pengawasan pemungutan suara Pemilu 2019.
Ia meninggal dunia pada Rabu (1/5/2019), sekitar pukul 15.00 WIB, setelah dilarikan ke Klinik terdekat. “Kami selaku Bawaslu Karawang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kami Ketua Panwascam di Kecamatan Tegalwaru,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan, Rabu (1/5/2019).
Kursin menceritakan, pada Selasa, (30/4/2019), almarhum masih mengikuti kegiatan pembukaan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara di tiap-tiap PPK oleh KPU Karawang. Pengakuan dari rekan Panwas Kecamatan Tegalwaru, saat itu yang bersangkutan sudah mengeluh kelelahan dan kurang istirahat.
“Pengakuan teman-teman di Panwascam, almarhum sudah mengeluh kurang istirahat dan kelelahan, dan saat pembukaan rapat plenno tingkat kabupaten oleh KPU Karawang ikut hadir hingga malam,” katanya.
BACA SEBELUMNYA : Saksi di TPS 14 Nagasari Meninggal Dunia, Sempat Dikabarkan dari PDIP, Ternyata Saksi PKS
Pada Rabu pagi, menurut keluarga almarhum sempat istirahat di rumah dan mendadak sakit, sehingga dibawa ke klinik terdekat untuk dirawat. Namun akhirnya meninggal dunia di rumah duka di Kampung Cilaksana RT 08/04 Desa Cintalaksana Kecamatan Tegalwaru.
“Tadi pagi menurut keluarga mendadak sakit, dan sempat dirawat di klinik dan akhinya meninggal dunia,” kata Yasin, Komisoner Panwascam Tegalwaru.
Meninggalnya Aep Saepudin yang kesehariannya sebagai tenaga honorer di SDN Kutamaneuh IV ini menambah jumlah catatan pejuang demokrasi Pemilu 2019 yang terkena musibah atau meninggal dunia usai pencoblosan. Karena sebelumnya ada 3 KPPS dan 1 sakai partai dari PKS yang meninggal dunia di Karawang.(pls)
BACA SEBELUMNYA : Kali Ketiga Anggota KPPS Karawang Meninggal Dunia, Kini Aning yang Alami Pecah Pembulu Darah






