BaskomNews.com – Selain akan melakukan aksi demonstrasi ke PT Tsuzuki Manufacturing, aliansi LSM GMBI, LMP, Laskar NKRI, BPPKB Banten dan FKPPI rencananya akan melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Pemkab Karawang pada Kamis (9/5/2019).
Aksi demonstrai di Kantor Pemkab Karawang tersebut menuntut para legislator dan eksekutor segera membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur agar lebih memprioritaskan pengusaha lokal ketimbang pengusaha luar.
Menurut Ketua GMBI Distrik Karawang, M. Sayegi Dewasena, fenomena maraknya pengusaha luar Karawang yang berinvestasi di Kota Pangkal Perjuangan ini lantaran dibekingi oleh beberapa petinggi yang tidak bisa ia sebutkan.
Sehingga dijelaskan Dewasena, tradisi yang sudah terjadi dari dulu sampai sekarang itu sangat miris dan terkesan mengasingkan pengusaha lokal Karawang yang mau naik ke permukaan tetapi selalu ditenggelamkan.
“Hari ini itu penjajahan secara ekonomi itu sudah terjadi, pengusaha lokal itu sudah terbuang lah. Tidak ada peluang sedikit pun untuk maju ke permukaan untuk eksis di kawasan, karena sudah diambil alih,” ujarnya, kepada wartawan di Kawasan Ruko Bizpark Karawang, Rabu (8/5/2019).
Penjajahan secara ekonomi, diungkapkan Dewasena, itu dua faktor yang terjadi di Karawang. Pertama, bisnis yang sifatnya hasil sisa produksi, kedua lapangan pekerjaan. “Jadi kita sudah dijajah, sudah susah sulit sekali buat pribumi naik ke permukaan,” ungkapnya.
Dikatakan Dewasena, Aliansi LSM Karawang pun akan terus melakukan aksi serupa jika persoalan tersebut belum dituntaskan oleh para stakeholder yang ada. Terlebih menurutnya, pergerakannya ini real memperjuangkan kepentingan masyarakat Karawang.
“Kami akan terus sepanjang belum selesai, terus pergerakan ini akan kita lakukan. Tidak ada negosiasi istilahnya 86, tidak ada. Pergerakan kita semuanya real, memperjuangkan nasib pribumi,” katanya.
Para pengusaha luar Karawang, ditegaskan Dewasena, jangan hanya berinvestasi belaka, namun tidak menguntungkan bagi masyarakat Karawang. Menurutnya, para pengusaha luar Karawang lebih baik kembali ke asalnya jika tidak berguna bagi masyarakat Kabupaten Karawang.
“Mereka jangan hanya berinvestasi di Karawang, terus mengambil keuntungan di Karawang tanpa menguntungkan buat Karawang, mendingan pulang aja gak usah berinvestasi di Karawang, percuma berinvestasi ketika tidak bermanfaat untuk orang Karawang,” tandas Dewasena. (zay)






