Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Jimmy Evaluasi Sistem Pelayanan di Kantor Disnaker

Dengan ciri khas bahasa guyonnya, Kang Jimmy menyampaikan evaluasi sistem pelayanan di kantor Disnaker di hadapan para pencaker dan Kadisnaker H. Ahmad Suroto secara langsung.
banner 468x60

BaskomNews.com – Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) kembali mendatangi kantor Disnakertrans Karawang, Rabu (19/6/2019).

Kedatangan orang nomor dua di Karawang ini bukan hanya dalam rangka follow-up rencana perkembangan program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’ yang beberapa hari lalu sempat dirapatkan bersama Disnaker, Apindo, Kadinda dan Forum HRD Karawang. Melainkan juga untuk ‘mengintip’ situasi pelayanan di Disnakertrans Karawang.

banner 336x280

Saat tiba di kantor Disnakertrans Karawang, benar saja Jimmy kembali melihat semrawutnya antrian para pencaker, warga yang hendak akan membuat kartu kuning ataupun warga yang datang ke Disnaker hanya untuk sekedar mencari informasi lowongan kerja.

Dari mulai kondisi antrian pelayanan panjang sambil berdiri, sampai persoalan sampah berserakan juga disindir Jimmy dihadapan Kadisnakertrans Karawang, H. Ahmad Suroto.

Di hadapan Kadisnaker dan para pencaker, Jimmy meminta Kadisnaker segera mengevaluasi beberapa situasi dan kondisi dalam pelayanan warga yang datang ke kantor Disnakertrans. Salah satunya seperti tidak adanya fasilitas kursi bagi warga, sehingga harus berlama-lama menunggu antrian pelayanan sambil berdiri.

Meskipun sebetulnya Jimmy mengetahui, jika sistem pelayanan berbasis online Disnakertrans sedang dipersiapkan, namun Jimmy tetap meminta agar Disnakertrans tetap menyediakan kursi untuk warga yang berdatangan.

Pasalnya, Jimmy menemukan beberapa situasi dan kondisi pelayanan yang ironis. Yaitu seperti ibu-ibu yang menggendong anaknya hanya untuk menunggu anaknya mencari lowongan kerja.

“Saya perintahkan Pak Kadisnaker, nya meuli korsi masa teu ka beuli pak (tolong beli kursi masa gak ke beli), sambil nunggu sistem online jalan. Lebah si neng sih teu mawa sasaha kadieu, eta aya nu mawa orok sagala kadieu, kan kasian (Kalau si neng yang masih muda sih gak apa-apa nunggu lama-lama juga, tapi itu ada ibu-ibu bawa anak segala, kan kasihan,” tutur Kang Jimmy, di hadapan Kadisnakertrans H. Ahmad Suroto.

Di depan para pancaker yang datang ke kantor Disnakertrans, Kang Jimmy juga menjelaskan rencana program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’. Yaitu dimana ke depan setiap perusahaan/industri manufaktur di Karawang wajib mengangkat siswa SMA/SMK dan sederajatnya untuk diangkat menjadi anak asuh, yaitu untuk dididik menjadi tenaga kerja yang siap kerja ketika lulus sekolah.

“Semua PT di Karawang besok wajib mendidik anak SMA dimulai catur wulan kedua. Jumlahnya setiap perusahaan 20 siswa/siswi. Begitu selesai ujian dan praktek dididik, dia (siswa) dapat sertifikat tambahan dari pelatihan itu,” papar Jimmy.

Melalui program ‘Bapak Asuk Kemitraan Tenaga Kerja’ ini, Jimmy berkeyakinan jika setiap siswa sekolah yang sudah lulus tidak akan perlu melewari tes kerja yang terlalu ribet seperti biasanya. Karena siswa bersangkutan sebelumnya sudah dididik perusahaan untuk menjadi tenaga kerja siap kerja.

“Ini insya Allah tidak akan lewat teori tes yang aneh-aneh, karena memang sudah di didik perusahaan tersebut. Paling tes etika doang,” tandas Jimmy.(red)

banner 336x280