“Anak kami dari lahir kemudian tumbuh dengan normal. Tapi memasuki usia tiga tahun, berat badannya bertambah drastis,”
BaskomNews.com – Setya Putra (7) jadi perhatian berbagai media belakangan ini, bocah asal Dusun Cilempung, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, itu mengalami obesitas berbobot 95 kilogram.
Sarli (55) ayah kandung Satya bercerita soal kehidupan anak keempat hasil buah cintanya dengan Komariah (45) yang tumbuh tidak lazim. Setya sendiri terlahir normal dengan bobot seberat 3,8 kilogram.
Seiring berjalannya waktu, Setya tumbuh sebagaimana anak-anak sebayanya. Ia hidup normal. Tapi setelah Setya menginjak usia tiga tahun, bobot tubuhnya tidak diduga begitu cepat membesar.
“Anak kami dari lahir kemudian tumbuh dengan normal. Tapi memasuki usia tiga tahun, berat badannya bertambah drastis,” kata Sarli di rumah sederhananya kepada wartawan, Selasa (2/7/2019).
Nafsu makan Setya pun terus meningkat dari waktu ke waktu. Dampaknya, memasuki usianya yang keempat tahun, berat badannya mencapai 72 kilogram. Padahal, bobot ideal seusianya adalah dibawah 50 kilogram.
Kondisi Setya pun semakin parah ketika menginjak usia tujuh tahun, dan hingga saat ini bobot badan Setya pun mencapai hingga 95 kilogram.
Baca juga: Bocah Obesitas 7 Tahun Ini Bisa Habiskan 9 Piring Nasi Setiap Harinya
Orang tua Setya juga sempat memberanikan diri untuk membawanya ke RSUD Karawang. Namun setelah di lakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit hanya menyarankan untuk menjaga pola makan Setya.
Sarli mengaku, selama ini selalu menuruti keinginan sang anak terkait pola makannya. Dalam sehari, Setya mampu makan hingga lima kali, itu pun belum termasuk cemilan dan buah-buahan.
Selama ini, Sarli mengaku kesulitan mengatur pola makan Setya. Seperti kebanyakan anak seusianya, Setya marah jika keinginannya tidak dipenuhi. “Kalau dilarang (makan banyak) suka nangis sampai guling-guling,” ungkapnya.
Sarli berharap sang anak bisa memiliki tubuh yang ideal supaya bisa menjalani aktivitasnya dengan normal. Kondisi fisik yang besar membuat Setya kesulitan beraktivitas.
Terlebih, dikatakan Sarli, Setya sendiri bakal mulai disibukan menimba ilmu dengan masuk sekolah keagamaan di Madsrasah Ibtidaiyah (MI) pada bulan Juli 2019. (red)








