Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

PK Golkar Tambelang Ingin Wabup Bekasi dari ‘Orang Asli Bekasi’

(Foto Ocid BaskomNews Bekasi).
banner 468x60

BaskomNews.com – Kekosongan kursi wakil Bupati Kabupaten Bekasi membuat polemik tersendiri diantara berbagai kalangan. Tentu saja di kalangan antara kader Golkar sendiri, khususnya di kepengurusan kecamatan Golkar yang ada di Kabupaten Bekasi.

Salah satu yang menimbulkan masalah dan perdebadan berkepanjangan adalah pencalonan mantan Ketua PCNU Karawang periode 2012-2017, yakni H. Ahmad Marzuki sebagai calon Wakil Bupati Bekasi.

banner 336x280

“Bekasi harus dipimpin oleh orang asli Bekasi, karena saat ini sudah banyak orang Bekasi yang cerdas bahkan mampu memimpin. Setidaknya sejelek-jeleknya orang Bekasi dia mau membangun daerahnya sendiri,” tutur Iwan, Sekertaris PK Golkar Kecamatan Tambelang, saat ditemui di kediamanya.

Iwan juga menjabarkan bahwa memang betul dulu Kabupaten Bekasi pernah dipimpin oleh orang yang bukan asli orang Bekasi. Tetapi menurutnya, kini masyarakat Kabupaten Bekasi sudah banyak yang cerdas dan dinilai cukup mampu memimpin tanah kelahirannya sendiri.

Terlebih menurut Iwan, faktor keulamaan tidak menjadi tolak ukur dan alasan kuat untuk harus menjadi orang nomor dua di Kabupaten Bekasi, karena nantinya akan merusak citra ulama itu sendiri. “Soal Keulama’an seseorang jangan dijadikan alasan untuk kepentingan belaka. Karena itu akan merusak citra ulama itu sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut dirinya mejelaskan bahwa apa yang ia katakan ini bukan berarti menyangkut persoalan rasisme atau primodialisme untuk menjatuhkan salah satu cawabup. Namun dirinya hanya berharap Kabupaten Bekasi harus dipimpin oleh orang Bekasi asli.

“Ini bukan soal rasisme atau primordialisme, tapi ini soal kepentingan masyarakat Bekasi dan keberlangsungan generasi muda putra-putri Bekasi. Minimal kalau yang jadi wakil bupati orang Bekasi, setidaknya dia tau karakteristik orang Bekasi dan tahu seluk beluk daerah Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Pendaftaran Adik Mantan Bupati Neneng

Diketahui sebelumnya, pada Senin (1/7/2019) kemarin, Tuti Nurkholifah Yasin, adik dari mantan Bupati Bekasi terdahulu juga mendaftarkan dirinya sebagai salah satu cawabup, untuk mendampingi Eka Supriana Atmaja yang kini duduk di kursi Bupati menggantikan Neneng Hasanah Yasin yang sebelumnya terjerat kasus korupsi.

Meski begitu, pria bernama lengkap Iwan Farihin ini tetap akan medukung siapapun itu bakal cawabup Bekasi, selama itu masih putra/putri Bekasi, meskipun datang dari kelurga Neneng Hasanah Yasin yang selayaknya keluarga cendana dari Kabupaten Bekasi.

“Justru kita mendukung putra/putri Bekasi sebagai wakil bupati mendampingi H. Eka. Terlebih Tuti Nurkholifah Yasin ikut daftar dalam penjaringan sebagai Calon Wakil Bupati. Kita semua harus mendukung selagi niat Tuti Yasin baik untuk membangun Kabupaten Bekasi, apalagi Tuti Asli Orang Bekasi,” tuturnya.

Dirinya bahkan berharap agar permasalahan yang menimpa Neneng Hasanah Yasin tidak disangkutpautkan dengan pencalonan Tuti. Meski ada pada satu keluarga yang sama, pada dasarnya setiap manusia itu berbeda. “Saya berharap masyarakat jangan sangkutpautkan Tuti dengan Bu Neneng, karena setiap manusia pada dasarnya pasti berbeda,” katanya.

Ditambahkan Iwan, ia sendiri mengaku akan mencoba untuk menggerakan semua PK Golkar di Seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi untuk meminta kepada Bupati Eka menggunakan hak Veto-nya, agar memilih Wakil yang akan mendampinginya harus putra-putri Bekasi.

“Sekali lagi saya berharap, wakil bupati yang nanti akan mendampingi H. Eka harus asli Bekasi dan Murni Kader Partai Golkar, bukan kader Karbitan.
Insya Allah, PK Golkar se-Kabupaten Bekasi akan coba mendorong Bupati Bekasi H. Eka untuk menggunakan hak veto-nya dalam memilih cawabub yang akan memdampinginya di sisa jabatan 2019-2022,” tutupnya. (cid)

banner 336x280