Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Viral…! Diasingkan Keluarga, Pria Stroke ini Tinggal di Gubuk Kuburan Cikampek

Kondisi tangan Asep Taryadi yang sudah tidak bisa digerkan membuat warga sekitar harus menyuapinya saat makan.
banner 468x60

BaskomNews.com – Menyedihkan, Asep Taryadi (53), pria stroke asal Dusun SUkamaju RT 02/09 Desa Cikampek Timur Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Jawa Barat ini terpaksa harus menjalani kehidupan sendiri di sebuah gubuk kecil di halaman kuburan atau Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dibangunkan warga, karena diasingkan oleh pihak keluarganya.

Asep Taryadi diasingkan pihak keluarga karena alasan keterbatasan ekonomi untuk merawatnya. Kabar mengenai Asep Taryadi ini sontak menjadi viral.

banner 336x280
Inilah gubuk kecil di TPU yang menjadi tempat tinggal Asep Taryadi.

Hampir 3 bulan lamanya, Asep Taryadi menjalani kehidupan dengan belas kasihan warga setempat. Akibat penyakit stroke yang dideritanya, jangankan untuk berdiri, untuk duduk saja Asep Taryadi sudah tidak mampu.

Tangannya yang sudah tidak bisa digerakan, akhirnya membuat warga setempat yang kasihan melihat kondisi Asep Taryadi harus menyuapinya setiap kali akan makan, serta mengurusnya setiap kali akan mandi dan buang buang air besar.

Sebelum tinggal di gubuk kecil berukuran 1,5 meter persegi tanpa dinding penghalang di TPU ini, Asep Taryadi pernah tinggal di sebuah kontrakan sekitar 9 bulan lalu atas rasa belas kasihan tokoh masyarakat setempat.

Namun tak tahu apa alasannya, pemilik kontrakan enggan memperpanjang sewa kontrakan kepada Asep Taryadi.

Kabar kehidupan miris Asep Taryadi ini akhirnya sampai ke telinga Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy). Kepada BaskomNews.com, Kang Jimmy mengabarkan akan melihat kondisi Asep Taryadi secara langsung pada Selasa besok (9/7/2019).

Dengan mobil ambulance puskesmas setempat, kesehatan Asep Taryadi dicek di RS Helsa Cikampek.

Namun beruntung, sebelum Kang Jimmy ke lokasi, Senin (8/7/2019) Asep Taryadi sudah dibawa oleh dermawan Komunitas Berbagi Kasih di Kampung Bakanmaja Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru untuk kemudian dirawat. Sebelum dirawat, Asep Taryadi sempat diperiksa kesehatannya di Rumah Sakit Helsa Cikampek dengan dibawa oleh mobil puskesmas setempat.

Bidan Puskesmas setempat Retno mengatakan, Asep Taryadi akan dirawat di rumah dermawan di Jomin Barat, agar kehidupan khususnya kesehatannya lebih terjamin. Tensi darah Asep Taryadi mencapai 190. Sehingga selain perawatan keluarga (kebutuhan makan, mandi dan lain-lain), Asep Taryadi juga membutuhkan perawatan kesehatan.

Asep Taryadi saat sudah berada di rumah relawan.

Menurutnya, Asep Taryadi juga membutuhkan rehabilitasi untuk latihan mobilisasi aktivitas gerak tubuh semacam fisiotrafi secara rutin. Sementara untuk cek kesehatan setiap harinya setelah dipindah ke wilayah Jomin, ia mengaku akan berkomunikasi dengan petugas Puskesmas Jomin untuk memfasilitasi perawatan medis dan rehabilitasi Asep Taryadi.

“Karena sudah pindah tempat, mungkin kita akan coba komunikasi dengan Puskesmas Jomin. Mungkin nanti setiap harinya akan ada petugas Puskesmas Jomin yang cek kesehatan Asep Taryadi,” kata Retno, yang juga sedang berada di lokasi bersama awak media.(red)

banner 336x280