Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

KONI Karawang Harus Bertanggungjawab, ‘Siap Bantu Biaya Pengobatan’

Sebuah anak panah nyasar dari atlet panahan Karawang yng berlatih di luar jadwal menembus perut Muhammad Rifky Ramadhan Aulia.
banner 468x60

BaskomNews.com – Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) mendesak agar KONI Karawang bertanggungjawab pasca insiden yang menimpa Muhammad Rifky Ramadhan Aulia, bocah 9 tahun yang menjadi korban panah nyasar dari atlet panahan yang berlatih di luar jadwal.

“Ini musibah serius, karena korban harus dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis yang lengkap,” kata Ketua GPPI Karawang, Panji Rahmat Purwanto, kepada BaskomNews.com, Selasa (3/9/2019).

banner 336x280

Ironisnya, sambung Panji, lokasi yang digunakan latihan antlet panahan KONI Karawang itu adalah lapangan sepakbola terbuka yang mutlak bukan tempat semestinya para atlet itu berlatih.

“Jelas sangat berbahaya, apabila lapangan sepak bola terbuka dijadikan tempat latihan atlet panahan, karena lapangan sepak bola bukan untuk atlet panahan untuk berlatih,” jelasnya.

Terlepas persoalan atlet panahan KONI Karawang tersebut berlatih di luar atau sesuai jadwal yang ditentukan, kemudian menggunakan lapangan sepak bola sebagai tempat latihan, GPPI mempertanyakan siapa yang memberikan izin lapangan Moksen menjadi tempat berlatih atlet panahan.

“Saya tanya kepada KONI Karawang, siapa yang mengijinkan atlet panahan itu berlatih di lapangan sepakbola?, sehingga terjadinya musibah yang menimpa Rifky,” ujarnya.

Atas persolan ini, GPPI Karawang meminta KONI dan Cabor Panahan Karawang segera bertanggungjawab untuk menyikapi persoalannya sampai selesai. Terlebih, KONI dan Cabor Panahan harus melakukan evalusi menyeluruh pasca kejadian ini.

“KONI harus segera memanggil ketua Cabor Panahan untuk meminta penjelasakan dan dilakukan evaluasi menyeluruh. Kami juga sepakat jika persoalan ini diselidiki kepolisian,” tandas Panji.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh BaskomNews.com, Ketua KONI Karawang, H. Sayuti Haris mengakui, jika saat kejadian memang bukan jadwalnya latihan atlet panahan. Ia juga meminta kepada Ketua Cabor Panahan untuk segera melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban.

Sementara KONI Karawang siap membantu biaya pengobatan. “Mereka yang latihan kemarin terdaftar sebagai atlet. Saya minta ketua cabang untuk melakukan mediasi. Tapi kami siap untuk membantu biaya pengobatan,” pungkasnya. (zay)

BACA SEBELUMNYA : Kapolres Beberkan Kronologis Panah Nyasar ke Perut Bocah 9 Tahun

banner 336x280