Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Tidak Ada Satupun Panti Sosial di Karawang yang Mau Tampung Remaja Keterbelakangan Mental Ini

Remaja perempuan keterbelakangan mental yang diperkirakan berusia 15 tahun ini sempat menjadi korban tabrak lari sepeda motor. Tak satupun panti sosial di Karawang yang mau menampungnya.
banner 468x60

BaskomNews.com – Alasan tidak memiliki modal, tidak ada satupun panti sosial di Kabupaten Karawang yang mau menerima remaja perempuan keterbelakangan mental yang sempat menjadi korban tabrak lari ini.

Untuk diketahui, remaja keterbelakangan mental yang diperkirakan berusia 15 tahun ini sempat diamankan petugas Satpol PP, saat menjadi korban tabrak lari sepeda motor di Jalan Ahmad Yani Karawang.

banner 336x280

Setelah diamankan, Satpol PP kemudian membawa sang remaja ke Dinas Sosial Karawang. Beberapa upaya sudah dilakukan Dinsos Karawang, agar sang remaja bisa diurus di panti sosial. Namun tak ada satupun panti sosial di Karawang yang mau menampung dan mengurusnya.

“Saat ini Dinsos sedang menangani gadis remaja terlantar yang juga keterbelakangan mental dan pernah menjadi korban tabrak lari,” kata Kepala Dinsos Karawang, Setya Dharma, saat dikonfirmasi BaskomNews.com, Selasa (2/9/2019).

Dijelaskan Setya, sampai saat ini Dinsos masih kesulitan untuk mengetahui identitas remaja keterbelakangan mental ini. Karena saat ditanya nama pun, sang remaja terlihat kebingungan. Sementara saat ini, sang remaja masih dititipan di LBK Rengasdengklok.

“Gadis itu tidak tahu namanya sendiri. Untuk sementara dia ada di LBK Rengasdengklok. Rencananya gadis tersebut akan dirawat oleh panti asuhan di Depok kepunyaan Prov. Sarlito, setelah dilakukan assessmant dan di cek kesehatannya langsung, kemudian baru dibawa ke sana (Depok),” papar Setya.

Disinggung mengapa tidak diurus oleh panti sosial di Karawang, Setya menjelaskan, tidak ada satupun pati asuhan di Karawang yang bersedia menampung gadis malang ini, dengan alasan tidak mempunyai biaya sehari-hari.

“Panti sosial yang ada di Karawang enggak ada yang mau, ya alasannya karena enggak ada modal, kan untuk biaya makan dan yang lainnya perlu anggaran. Sementara anggaran dari pemerintah minim. Maka dari itu, kami meminta agar pemerintah menambah agaran untuk panti sosial serta membangun lagi panti-panti,” harap Setya.(iql)

banner 336x280