BaskomNews.com – Untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mmelakukan berbagai upaya, salah satunya dengan program magang ke Jepang bagi siswa SMA dan SMK.
Kendati Kabupaten Karawang disebut-sebut sebagai kota industry, etah kenapa Karawang tidak mendapatkan quota program kementrian tersebut. Padahal hal itu dapat meningkatkan keterampilan SDM Karawang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun BaskomNews.com, pada tahun 2018 lalu sebenarnya ada ‘ribuan jatah’ untuk siswa SMA dan SMK di Karawang untuk program beasiswa magang dan bekerja selama 3 tahun. Namun diketahui tidak ada satupun siswa-siswi di Karawang yang mendapatkan program magang ke Jepang tersebut.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua Asosiasi HRD Kabupaten Karawang, Hery mengatakan, program pemagangan ke Jepang tidak diambil, karena alas an SDM Karawang yang belum siap. Kendati menurut Hery, saat ini pihaknya juga tengah gencar-gencarnya menggagas dan mencetak SDM Karawang agar lebih baik lagi.
“SDM nya belum siap untuk mengikuti program magang itu,” kata Hery, kepada BaskomNews.com, Senin (9/9/2019).
Lebih lanjut Heri juga menyampaikan, hal yang paling penting sebagai syarat pemagangan ke Jepang tersebut berkaitan dengan bahasa dan etika para peserta. Dua hal tersebut sangat penting dan harus dikuasasi oleh peserta magang.
“Sebenarnya SDM Karawang bukan tidak ada yang mampu, penguasaan bahasa dalam hal ini adalah bahasa Jepang karena magang di sana, dan etika. Dalam hal ini sebenarnya bukan kapasitas asosiasi untuk mendorong program magang bagi Karawang. Namun karena kami fokus untuk mencetak SDM yang baik, di sini program itu sebetulnya sangat bagus jika diikuti. Tapi kembali lagi pada kemauan pemerintah untuk berkoordinasi meminta quota kepada kementrian,” paparnya.
Ditambahkan Heri, persoalan itu merupakan wilayah Pemkab Karawang dalam hal ini Disnakertrans. Jika saja pemkab melalui Disnakertraans mau mengambil program magang ke Jepang tersebut, maka sebenarnya mereka bisa berkomunikasi dengan kementrian dan meminta quota magang bagi siswa di Karawang.
“Kalau mau pemerintah Karawang bisa minta quota ke kementrian tenaga kerja, untuk SDM-nya bisa ngambil di asosiasi atau di BLK-kan banyak, tinggal kemauannya saja,” pungkas Hery. (iql)






