Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Pengajuan Bansara 100 Pesantren dari 2017 juga Tak Pernah Cair

Para Pengurus PCNU Karawang saat bersama sesepuh Ponpes Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiat.
banner 468x60

BaskomNews.com – Selain membantah pernyataan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana soal anggaran Hari Santri Nasional yang menurut bupati ‘tidak pernah diajukan’, Panitia Hari Santri yang masih merupakan Wakil Ketua PCNU Karawang, Ustadz Anwar Hilmi juga membeberkan persoalan Bantuan Sarana Agama (Bansara) 100 Pondok Pesantren di Karawang yang tidak pernah cair sampai hari ini.

Terkait anggaran Bansara, Ustadz Anwar Hilmi menjelaskan, pada 2017 pihaknya yang dipercaya oleh Pondok Pesantren sudah mengajukan anggaran Bansara untuk 100 pesantren. Hal ini pun sudah ia komunikasikan dengan Bagian Kesra. Kemudian saat itu di Acc 100 juta untuk satu pesantren, yaitu dengan total 10 miliar untuk 100 pesantren.

banner 336x280

“Waktu itu kita utamakan pesantren-pesantren kecil yang belum mendapatkan bantuan. Nah, dari 100 pesantren tersebut semua proposal sudah masuk. Kemudian kita serahkan ke Kesra. Malah setiap pesantren sudah disurvei oleh Kesra pihak kecamatan. Katanya anggarannya akan turun di 2018,” tutur Ustadz Anwar Hilmi, Selasa (1/10/2019).

Juni 2018, kata Anwar Hilmi, pihaknya kembali melakukan konfirmasi ke Bagian Kesra, terkait apakah anggaran untuk 100 pesantren ada atau belum. Ternyata pada kenyataannya tidak dianggaran di anggaran murni 2018.

“Kemudian kami complain, katanya akan dianggarkan di anggaran perubahan 2018. Kemudian di akhir 2018, kira-kira di akhir oktober, kita konfirmasi kembali,” tutur Anwar Hilmi.

Menurut keputuan Bupati Cellica yang berdasarkan keterangan dari Kabag Kesra, untuk 100 pesantren terlalu kecil kalau dimasukan ke anggaran perubahan. Bupati Cellica menginginkan anggaran dimasukan ke murni 2019.

“Saat itu kita ikuti arahan mereka. Katanya anggaran tersebut akan berbentuk bangunan dan terima kunci. Kita informasikan kepada pesantren-pesantren yang mengajukan anggaran tersebut,” terang Anwar Hilmi.

Ketika menginjak Mei Juni 2019, sambung Anwar Hilim, pihaknya kembali mempertanyakan ke Bagian Kesra. Dan pada kenyataannya, sampai saat ini pengajuan proposal Bansara untuk 100 pondok pesantren di Karawang tidak d satu pun yang cair.

“Kita pertaanyakan kembali anggaran tersebut pada Juni kemarin. Alhamdulillah anggaran tidak ada, sampai detik ini. Anggaran untuk 100 pesantren yang sudah kita komunikasikan dengan pemda sampai detik ini tidak ada. Ini tanggapan dari kami, untuk meluruskan kabar di media,” pungkas Anwar Hilmi.(red)

BACA SEBELUMNYA : Panitia Hari Santri Bantah Pernyataan Bupati Cellica

banner 336x280