Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Tak Kunjung Dapat Rulahu, Akhirnya Terpaksa Tinggal di Rumah Tetangga

banner 468x60

BaskomNews.com – Gubuk sederhana berdinding bilik bambu dan sudah miring mau roboh ini milik Bapak Anam, warga Dusun Sumurjaya 1 RT 006/001 Desa Sumurlaban Kecamatan Tirtajaya.

Gubuk yang sudah tidak layak huni ini akhirnya ditinggalkan Pak Anam beserta istri dan dua anaknya sekitar awal September 2019 lalu. Pasalnya, kondisi gubuk sudah tidak memungkinkan untuk dihuni, karena dikhwatirkan akan roboh secara tiba-tiba.

banner 336x280

Untuk tempat tinggal sementara, Pak Anam dan keluarganya mendapatkan belas kasihan dari tetangganya yang meminjamkannya rumah untuk dihuni.

Potret kemiskinan, khususnya mengenai persoalan masih banyaknya rumah tidak layak huni ini bukan kali pertama ditemukan di wilayah pelosok desa. Potret rumah tidak layak huni ini masih sering ditemukan di lapangan. Meskipun di sisi lain Pemkab Karawang mengklaim tengah gencar merealisasikan program pembangunan Rulahu (Rumah Layak Huni).

Kondisi rumah Pak Anam ini tidak serta merta dibiarkan begitu saja. Karena beberapa kali gubuk reot nyaris roboh ini sudah diajukan ke pihak pemerintah desa untuk mendapatkan bantuan Rulahu. Namun apa mau dikata, selama ini Pak Anam dan keluarganya tak kunjung mendapatkan kepastian mengenai program Rulahu.

Basry (30), adik dari Pak Anam menuturkan, saat ini keluarga Pak Anam sudah tidak menempati gubuk reotnya, karena kondisinya yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan diri dan keluarganya.

“Awal september Pak Anam beserta keluarganya tinggal di rumah tetangga yang memang sedang kosong, atas kebaikan pemilik rumah tanpa meminta sepeserpun dia diizinkan tinggal di sana,” tuturnya, kepada BaskomNews.com, Selasa (14/10/2019).

Menurut Basry, sehar-hari Pak Anam hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sementara istrinya adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak.

“Dia kerjanya buruh serabutan apa saja-lah. Kalau lagi panen ya panen. Sementara istrinya bernama Ibu Eka hanya seorang ibu rumah tangga dengan dikaruniai dua orang anak, yang paling kecil berumur 4 tahun dan yang besar sekarang sedang menjalankan pendidikan di SMA. Ia juga dapat bersekolah karena mendapatkan beasiswa,” katanya.

Atas kondisi rumah Pak Anam ini, Basry menuturkan, jika sebenarnya sudah lama sekali Pak Anam dan keluarganya bisa mendapatkan bantuan program Rulahu dari Pemkab Karawang. Karena menurutnya, tidak mungkin selamanya Pak Anam beserta keluarga tinggal di rumah milik tetangganya yang dipinjamkan.

“Kami meminta agat pemerintah bisa membantu kakak saya, karena memang betul kondisinya benar-benar tidak mampu dan sangat memerlukan bantuan,” harapnya. (iql)

banner 336x280