BaskomNews.com – Fordas Cilamaya Berbunga menyindir kegiatan bersih-bersih sampah di sekitar Bendungan Barugbug dan Sungai Cilamaya yang dimotori oleh Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dedi Mulyadi yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap titik persoalan pencemaran Bendungan Barugbug dan Sungai Cilamaya yang tercemar limbah industri dari Kabupaten Subang dan Purwakarta.
Presedium Fordas Cilamaya Berbunga, Nurhaimin mengatakan, kegiatan bersih-bersih sampah yang sebelumnya digaungkan akan melibatkan 25 ribu orang lebih tersebut tidak ‘semanis’ apa yang dibayangkan. Karena fakta di lapangan, terpantau hanya beberapa orang saja yang terlihat bersih-bersih sampai sekitar bantaran Bendungan Barugbug.
Selesai kegiatan bersih-bersih sampah, mereka langsung berfoto dan berselfi ria. “Yang digaungkan akan ada 25 ribu orang yang bersihkan sampah ternyata gak keliatan. Mereka hanya turun beberapa menit, sehabis itu selfi-selfi di pinggiran sungai,” kata Nurhaimin, Senin (28/10/2019).
Disinggung pejabat siapa saja yang ikut bersih-bersih sampah, Nurhaimin menjelaskan, hanya ada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang Wawan Setiawan, pejabat Diskominfo Karawang, serta unsur Muspika setempat. Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana sendiri tidak terlihat di lokasi bersih-bersih sampah.
“Kang Dedi Mulyadi juga gak keliatan di Bendungan Barugbug. Beliau adanya di Cibatu. Ibu Cellica juga gak ada. Hanya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Unsur Muspika setempat,” kata Nurhaimin.
Ditambahkan Nurhaimin, pada dasarnya ia tidak akan melarang kepada siapapun yang ingin ikut andil berjuang dalam menyelesaikan persoalan pencemaran Bendungan Barugbug dan Sungai Cilamaya. Namun persoalannya, kegiatan bersih-bersih sampah yang dilakukan sama sekali tidak berdampak kepada akar persoalan pencemaran yang sesungguhnya.
“Terkait kegiatan bersih-bersih sampah hari ini dampaknya seperti apa, masyarakat bisa menilai sendiri-lah. Semua orang tahu persoalan pencemaran Barugbug dan Sungai Cilamaya ini adalah limbah pabrik. Kalau pemerintah ingin menyelesaikan persoalannya, kalau berani tutuplah itu pabrik-pabrik yang bermasalah,” katanya.
Disinggung selanjutnya pergerakan apa yang akan dilakukan Fordas Cilamaya Berbunga, Nurhimin kembali menegaskan, jika pihaknya tetap ingin bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk duduk bersama.
Karena beberapa bulan ke belakang gubernur pernah mengeluarkan pernyataan di media akan bersihkan kali cilamaya. Solusi kongkretnya seperti apa dari gubernur, hal itu sangat ditunggu oleh masyarakat di sekitar Bendungan Barugbug dan Sungai Cilamaya.
“Kegiatan bersih-bersih sampah hari ini kita pantau langsung ke sungai dengan menggunakan perahu karet. Buktinya masih banyak sampah yang mengapung. Karena yang dibersihkan itu sampah di pinggiran sungai, bukan sampah di sungai,” timpal Nurhaimin.
“Kang Dedi Mulyadi juga bersih-bersih sampahnya di Cibatu, bukan di Bendungan Barugbug apalagi sampai ke Sungai Cilamaya. Mungkin karena air sungai di Cibatu itu masih jernih. Kalau sudah di Bendungan Barugbug dan Sungai Cilamaya, airnya kan hitam pekat dan pasti gatal kalau kena tangan,” sindir Nurhaimin. (red)






