Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Kang Pipik Nilai Bupati Cellica Tidak Pernah Bisa Tegas

Kang Pipik - Bupati Cellica.
banner 468x60

BaskomNews.com – Banyaknya persoalan pembangunan Karawang yang terkesan dibiarkan berlarut-larut dinilai tidak bisa lepas dari faktor kepemimpinan Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana yang tidak pernah bisa tegas dalam mengambil kebijakan.

Pernyataan ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Karawang, Taufik Ismail yang juga mengaku sangat menyayangkan kondisi pembangunan Karawang saat ini.

banner 336x280

“Kalo tegas gak akan berlarut-larut seperti saat ini. Beberapa BOT pasar seperti Pasar Cikampek dan Pasar Baru Karawang, beliau (bupati) kan punya perangkat hukum, tinggal eksen saja,” kata Taufik Ismail, kepada BaskomNews.com.

Menurut Kang Pipik (sapaan akrab), seorang pemimpin itu harus berani mengambil resiko apapun ketika merasa berada di jalan yang benar. Popular atau tidaknya dalam setiap mengambil kebijakan, maka seharusnya dihajar saja (secepatnya diambil keputusan).

Namun demikian, kajian hukum yang matang dalam setiap kebijakan yang akan dikeluarkan tetap harus menjadi pertimbangan utama.

“Antara teliti dengan terlalu berhati-hati itu berbeda loh ya. Jangan takut-lah kalo di jalan yang benar. Bupati banyak kehati-hatianya, makanya harus diperkuat kajian hukumnya dan birokrasi OPD harus kerjasama untuk kemajuan Karawang ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ketua DPC PDIP Karawang ini juga mencatat banyaknya pekerjaan yang masih belum bisa diselesaikan dalam pemerintahan Cellica-Jimmy. “Seperti jalan jelek menuju pariwisata, abrasi pantai dan pencermaran lingkungan menjadi PR besar. Lihat saja kondisi Citarum dan Cibe’et, ini dibutuhkan ketegasan dan keberanian pemipin untuk menyelesaikan persoalannya,” timpal Kang Pipik.

Selain itu, Kang Pipik juga berharap agar kepemimpinan Cellica bisa membuat lompatan-lompatan pembangunan untuk kemajuan Karawang. Karena menurutnya, masih banyak potensi Karawang yang belum tergali dengan baik.

“Zaman sekarang harus kerja kerja kerja, formal-formal itu kurangi. Sekarang zamanya kerja di masyarakat, kerja di luar, tidak harus di kantor saja. Perbaikan-perbaikan bangunan kantor sudah-lah. Lebih baik anggaranya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang lebih urgent yang menyentuh langsung ke masyarakat,” pungkasnya. (red)

banner 336x280