BaskomNews.com – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ‘menantang’ Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana untuk menyelesaikan persoalan pencemaran Sungai Cilamaya oleh limbah industri.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Anne, saat menerima kunjungan Presedium Fordas Cilamaya Berbunga, Selasa (17/12/2019).
Dalam audiensi antara Bupati Anne dengan Fordas Cilamaya Berbunga, Bupati Anne mengaku telah berupaya untuk mencari solusi atas persoalan pencemaran Sungai Cilamaya. Yaitu dari mulai melakukan penghijauan dengan cara menanam pohon sampai kegiatan bersih-bersih kali di sepanjang DAS Cilamaya.
“Iya, Bupati Purwakarta menantang Bupati Karawang untuk persoalan Sungai Cilamaya. Karena beberapa langkah sudah dilakukan Pemkab Purwakarta untuk persoalan Sungai Cilamaya. Dari mulai penghijauan sampai bersih-bersih sungai,” kata Nurhaimin, Presedium Fordas Cilamaya.
Bukan hanya menantang, Bupati Purwakarta juga mengaku setuju dibuatnya SKB (Surat Keputusan Bersama) 3 kabupaten (Subang, Purwakarta dan Karawang) di dalam menyelesaikan persoalan pencemaran Sungai Cilamaya.
“Makanya, Fordas Cilamaya Berbunga sangat mengapresiasi atas sambutan dan sikap dari Bupati Purwakarta tersebut,” kata Nurhaimin.
Setelah bertemu dengan Bupati Purwakarta, sambung Nurhaimin, selanjutnya pada kamis atau jumat besok Fordas Cilamaya Berbunga akan dipertemukan dengan beberapa perusahaan yang terindikasi membuang limbahnya k aliran Sungai Cilamaya.
“Kami atau jumat kita akan dipertemukan dengan perusahaan yang terindikasi membuang limbahnya ke Kali Cilamaya. Pertemuan tersebut akan difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta,” timpal Nurhaimin.
Bukan hanya itu, pada senin depan 3 bupati (Subang, Purwakarta dan Karawang) rencananya juga akan diundang langsung oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), agar duduk bersama di dalam mencari solusi atas persoalan pencemaran Sungai Cilamaya.
“Senin depan 3 bupati juga akan diundang langsung sama Kementrian. Kita di Fordas Cilamaya Berbunga berharap, agar langkah-langkah seperti ini benar-benar bisa menemukan solusi atas pencemaran Sungai Cilamaya yang sudah belasan tahun dibiarkan hitam pekat dan berbau,” tandas Nurhaimin. (red)






