BaskomNews.com – Persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh Rumah Sakit Lira Medika Lamaran Karawang terhadap Manager Customer Care Rumah Sakit (RS) Lira Medika Refi Fitri Nasution yang dalam kondisi hamil tak kunjung menemui solusi.
Meskipun sebenarnya, persoalan ini sudah tiga kali mencoba diselesaikan melalui jalur mediasi oleh Disnakertrans Karawang.
Terlebih, sampai saat ini Disnakertrans sendiri belum mengeluarkan ‘Surat Anjuran’ atas hasil mediasi yang dilakukannya sebagai salah satu solusi “kompensasi” yang diminta Refi Fitri Nasution melalui pengacaranya.
Kabar teranyar didapatkan BaskomNews.com, jika PHK sepihak yang tak kunjung menemui solusi ini lantaran diduga ada intervensi oknum dokter di internal RS Lira Medika. Sang dokter ini merupakan orang dekat Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana yang kabarnya mengintervensi Disnakertrans agar tidak terlalu serius menyikapi persoalan PHK sepihak Refi Fitri Nasution.
Kembali dikonfirmasi mengenai persoalan ini, Ketua Komisi IV DPRD Karawang Asep Syaripudin yang sejak awal konsen menyoroti persoalannya mengaku sangat menyanyangkan, jika sampai saat ini Disnakertrans tak kunjung mengeluarkan ‘Surat Anjuran’. Sehingga ia menilai kinerja Disnakertrans terkesan lamban dalam menangani persoalannya.
Padahal seperti yang diketahuinya, secara medis Refi Fitri Nasution sudah mengalami depresi atas persoalan PHK sepihak yang dialaminya.
“Adanya mutasi, rangkap jabatan Kadisnaker bukan alasan. Kan ada bagian perselisihan industri, sekdinya juga ada. Saya meminta awal februari ini untuk secepatnya dikeluarkan surat anjuranya,” tutur Asep Syaripudin, kepada BaskomNews.com.
Asep Syaripudin kembali menegaskan, awal Februari 2020 Disnakertrans harus sudah mengeluarkan surat anjuran. Apabila belum juga ada kepastian, maka Komisi IV DPRD Karawang akan memanggil kedua belah pihak, yaitu Disnakertrans dan RS Lira Medika Karawang untuk melakukan dengar pendapat (rapat audiensi).
“Kalau tidak secepatnya dikeluarkan surat anjuran, kami Komisi IV akan memanggil keduanya baik Disnaker maupun RS Lira Medika Karawang untuk dengar pendapat. Nanti kami juga pasti tanyakan kenapa berlarut-larut, ada apa ini, ini akan berdampak buruk bagi semuanya,” timpalnya.
Asep juga menghimbau adanya PHK sepihak yang dilakukan RS Lira Medika Karawang menjadi pelajaran kita semua. ”Saya harap Disnaker harus tegas, biar tidak ada lagi perusahaan yang semena-mena dalam melakukan PHK terhadap karyawanya,” pungkasnya. (red)






