BaskomNews.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Karawang baru saja selesai menggelar pemilihan ketua baru, di Hotel SwissBelinn Karawang, Sabtu (8/2/2020).
Berdasarkan hasil pemilihan, dari sembilan kandidat yang ada akhirnya Siti Komarianingsih terpilih sebagai Ketua IBI Cabang Karawang yang baru menggantikan ketua lama Eneng Solihat.
Ketua Umum FORBIDES Indonesia, Bidan Lilik Dian Ekasari mengatakan, nafas perubahan kinerja bidan khususnya di Karawang memang sedang tertumpu pasa kepemimpinan Ketua IBI Karawang yang baru saja terpilih.
Sehingga terpilihnya Siti Komarianingsih diharapkan dapat membawa peran dan partisipasi kepemimpinan IBI yang lebih kompeten, berpengalaman, memiliki prespektif perubahan, berani, serta sikap kritis yang lebih.
Pasalnya, selama ini beberapa persoalan klasik seperti terkesan sulitnya mengurus STR, SIPB dan AKI-AKB masih menyelimuti dunia profesi bidan di Karawang.
Terlebih, pembelaan terhadap beberapa persoalan para bidan, serta keterlibatan IBI dalam berbagai program perempuan dan anak harus lebih ditingkatkan. Karena keduanya sudah mutlak menjadi nadi dan denyut pekerjaan seorang bidan.
“Saya berharap agar pemilihan Ketua IBI Cabang Karawang ini menghasilkan sosok kepemimpinan yang terbuka, bertanggungjawab, anti korupsi dan anti pungli. Sehingga IBI Karawang ke depan menjadi kesatuan bidan yang lebih solid,” tutur Lilik Dian Ekasari.

Ditambahkannya, sebanyak 41 ribu bidan desa kini sudah menjadi PNS, dan sekitar dua ribuan lebih para dokter berlabel PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang telah berubah menjadi PNS kini berdinas aktif bekerja sebagai bidan desa di Karawang.
Semuanya, sambung Lilik, turut menyoroti dan menyoal mengapa pemimpin IBI Karawang ke depan harus dipilih dengan cerdas dan dalam suasana yang demokratis, terbuka, serta tidak menghembuskan isu SARA untuk menjatuhkan siapapun.
Oleh karenanya, isu SARA dalam pemilihan Ketua IBI Karawang ini sangat ditentang keras. Karena alasan IBI merupakan organisasi profesi yang erat kaitannya langsung dengan keselamatan (kesehatan) kehidupan masyarakat luas.
“Maka saya menentang keras siapapun pengguna isu SARA. Apalagi hal ini adalah terkait soal profesi. Bukan bagaimana kita menemukan jalan masuk surga,” tandasnya. (red)






