Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Dugaan ‘Pengkondisian’ PPK Jelang Pilkada juga Terjadi di Majalaya

Samosir - Charles.
banner 468x60

BaskomNews.com – Adanya dugaan ‘pengkondisian’ PPK jelang Pilkada Karawang 2020 bukan hanya terjadi di PPK Telagasari. Melainkan juga terjadi di PPK kecamatan lain seperti di PPK Majalaya.

Lassarus Samosir, mantan Anggota PPS Desa Bengle Kecamatan Majalaya yang tidak lolos mendaftar anggota PPK Majalaya juga mempertanyakan mengenai alasan dirinya yang tidak lolos seleksi PPK Majalaya.

banner 336x280

Samosir menduga adanya dugaan pengkondisian PPK jelang Pilkada Karawang. Karena menurutnya, alasan ia tidak lolos seleksi PPK Majalaya sangat tidak logis.

Pada 30 Januari 2020, dikatakan Samosir, sesuai jadwal KPU ia mengikuti tes CAT (tes tetulis) seleksi PPK Majalaya. Ia juga telah mengikuti tes wawancara pasa 8 Februari 2020.

Beberapa hari kemudian, Samosir mengaku mendapatkan kabar bahwa ia tidak lolos seleksi PPK Majalaya. Kemudian, ia mengkonfirmasi kabarnya melalui ponsel seluler ke Sekretaris KPU Karawang, Gerry Sigit Samrodi. Dari keterangan Sekretaris KPU, Samosir mendapatkan kabar bahwa ia tidak lolos seleksi PPK Majalaya.

Berdasarkan keterangan Sekretaris KPU, alasan Samosir tidak lolos seleksi PPK Majalaya karena adanya ‘surat rekomendasi’ dari Bawaslu Karawang.

Yaitu dimana Bawaslu merekomendasikan 8 calon PPK yang tidak boleh diloloskan oleh KPU, karena alasan 7 orang merupakan pengurus partai politik, sementara 1 orang (Samosir) belum diketahui pasti apa alasannya. Karena Samosir bukan merupakan pengurus ataupun kader partai politik.

Yang sangat disayangkan Samosir, ia mengaku tidak pernah dikonfirmasi langsung oleh KPU maupun Bawaslu mengenai alasan dirinya tidak lolos seleksi PPK Majalaya. Padahal menurutnya, ada jadwal masa klarifikasi dan konfirmasi setelah penilaian seleksi PPK selesai digelar.

“Dari keterangan Sekretaris KPU, katanya ada surat pertimbangan tapi perihalnya rekomendasi supaya saya tidak diloloskan dari seleksi PPK Majalaya. Sehingga katanya KPU tidak perlu mengkonfirmasi ke saya. Katanya Bawaslu yang seharusnya konfirmasi ke saya,” tutur Samosir.

“Tapi kabarnya 7 orang pengurus parpol yang tidak lolos seleksi PPK itu dikonfirmasi semuanya. Tetapi kenapa saya enggak dikonfirmasi. Ada apa,” tanya Samosir.

Ditambahkan Samosir, Komisioner Bawaslu yang merekomendasikan dirinya supaya tidak lolos seleksi PPK Majalaya adalah Charles. Kabarnya, ia tidak lolos seleksi PPK karena alasan sebuah foto di media sosial facebook bersama salah satu kandidat Balonbup.

“Menurut saya alasan tersebut tidak logis. Karena sampai saat ini belum ada penetapan calon pilkada dari KPU. Lagian foto tersebut juga tidak ada kaitannya dengan politik Pilkada. Foto tersebut adalah foto kegiatan beliau saat menghadiri acara sebagai Wakil Bupati, bukan sebagai calon Pilkada,” tegas Samosir.

Berdasarkan penjelasan Sekeretaris KPU, masih dikatakan Samosir, ia akan segera mendapatkan foto copy surat rekomendasi dari Bawaslu mengenai alasan dirinya tidak lolos seleksi PPK Majalaya. Namun sampai saat ini, surat tersebur tak kunjung didapatkannya.

“Saya hanya ingin tahu alasan saya tidak lolos seleksi PPK. Kalau alasannya logis dan selektif sih gak apa-apa, saya akan terima. Tapi kalau alasannya subjektif yang saya curigai ada pengkondisian PPK, maka masalah ini akan saya pertanyakan terus,” pungkas Samosir. (red)

BACA SEBELUMNYA : Gaduh Dugaan ‘Pengkondisian’ PPK Jelang Pilkada Karawang 2020

banner 336x280