BaskomNews.com – Gerakan Masyarakat Karawang Utara (GEMAKU) menilai jika pose salam dua jari yang dilakukan Kepala Kantor Kemenag (KakanKemenag) Karawang, H. Sopian bersama Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana bukan merupakan kampanye politik Pilkada 2020.
GEMAKU juga menilai jika kalimat pantun dalam pidato penutup H. Sopian di kegiatan peresmian Kampung Santri Bojong di Rengasdengklok Selatan tersebut bukanlah kegiatan kampanye. Karena GEMAKU berpendapat, bisa dikatakan kampanye jika tahapan Pilkada sudah dimulai.
“Jangan tendensius begitulah, kampanye kan bagian dari tahapan pemilihan Bupati dan wakil Bupati Karawang. Dan saat ini belum masuk tahapan kampanye. Ingat loh masih bisa terjadi sesuatu yang di luar dugaan, baru bakal calon Bupati (Balonbup) aja udah seperti Calon, baru Calon udah kayak Bupati, nanti kesannya menjadi seperti itu, daftar juga belum,” kata Sekretaris GEMAKU, Hilman Tamimi melalui rilisnya, Rabu (4/3/2020).
Ditambahkan Hilman, foto salam dua jari H. Sopian juga bukan berarti harus dimaknai sebagai kampanye. “Hanya sebuah pose foto yang sudah umum, bahkan siapa pun bisa melakukan pose serupa,” katanya.
Hilman juga mengatakan, wajar jika seorang bawahan seperti KakanKemenag memuji pimpinannya dengan berbagai cara. Salah satunya berpantun di akhir sambutan dalam acara peresmian kampung santri. Pasalnya, karena dukungan seorang pemimpin program tersebut bisa terealisasi.
“Ia, itu ucapan terimakasih dari Kakankemenag atas dukungan terhadap program Kemenag. Salahnya di mana?, mengajak memilih Cellica juga nggak, emang ada kalimat seperti itu,” timpal Hilman.
Sementara saat disinggung kenapa GEMAKU membela Kepala Kemenag, Hilman menegaskan bahwa ia tidak bermaksud membela Kepala Kemenag. Karena pada dasaranya, ia sama sekali tidak kenal dengan H. Sopian.
“Ini supaya publik kita tahu saja bahwa Pilkada belum waktunya. Kemenag bukan siapa-siapa saya, kenal saja tidak, nomor telponnya juga gak punya. Kita kan selaku organisasi yang berwawasan ingin memberitahukan ke masyarakat, kalau tahapan kampanye Pilkada belum mulai. Kalau disebut membela Kemenag harusnya bikin kuasa sama GEMAKU. Ini supaya publik tahu doang,” tutur Hilman. (red)
BACA SEBELUMNYA : Dugaan Politik Praktis Kepala Kemenag Karawang Mulai Disorot












