BaskomNews.com – Minggu malam (8/3/2020) sekitar pukul 20.00 WIB, para petinggi partai politik di Kabupaten Karawang tiba-tiba berkumpul di lantai 3 Brits Hotel Karawang. Yaitu dari mulai Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, PDI Perjuangan, PKS, Partai NasDem, PBB, Hanura, PPP dan PAN.
Minus kehadiran petinggi Partai Demokrat, sebelumnya pertemuan yang diinisiasi parpol yang tergabung dalam Poros Juang ini ‘dikabarkan’ akan membawa isu bagaimana caranya agar calon petanaha Cellica Nurrachadiana (Ketua DPC Demokrat Karawang) ‘terjegal’ atau tidak bisa mencalonkan kembali di Pilkada Karawang 2020.
Namun saat dikonfirmasi awak media setelah pertemuan selesai, Ketua DPC PDI Perjuangan Karawang, Taufik Ismalil yang masih merupakan salah satu Presedium Poros Juang membantah, jika pertemuan yang telah didgelar merupakan salah satu manuver politik agar Cellica Nurrachadiana tidak bisa nyalon di Pilkada 2020.
“Gak ada ceritanya di sini (dalam rapat), masa Cellica sampai jangan nyalon. Jangan gitu-lah,” tutur Taufik Ismail, kepada BaskomNews.com.
Ditanya apakah Partai Demokrat tidak diundang dalam pertemuan malam ini?, kepada wartawan Taufik Ismail justru malah bertanya balik. Padahal berdasarkan surat undangan via pesan Whatsapp yang diterima BaskomNews.com menjelaskan, bahwa pertemuan 10 parpol tersebut diinisiasi oleh Poros Juang.
“Ya di suratnya (undangan) ada gak? Poros Juang harus ditanya dong,” jawab Taufik Ismail sambil bertanya balik kepada wartawan.
“Bukannya Bapak (Taufik Ismail) sebagai salah satu Presedium Poros Juang,” tanya lagi wartawan.
“Poros Juang kan ada lima orang (lima partai),” singkat Taufik Ismail.
“Kenapa Demokrat tidak diundang,” tanya lagi wartawan.
“Demokrat tidak diundang mungkin lagi sibuk. Tahap awal dulu mungkin. Kan Poros Juang itu sudah mengundang Gerindra dan PKB, sekarang NasDem juga sudah, terus Golkar juga ada perwakilan, terus PKS. Gak tahu juga, mungkin akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya, santai aja,” papar Taufik Ismail, sambil kembali mempertanyakan kepada BaskomNews.com apakah dalam undangannya tercantum nama Partai Demokrat atau tidak.
Di kesempatan yang sama, Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Karawang, Asep Kurniawan mengaku sangat mengapresiasi pertemuan para pimpinan parpol di Karawang ini. Karena dijelaskannya, dalam pertemuan tersebut ada keinginan dari para pimpinan partai untuk bagaimana memajukan Karawang ke depan lebih baik. Kemudian, bagaimana Pilkada Karawang berjalan sukses tanpa ekses. “Persoalan pasangan kembali kepada marwah partai masing-masing,” tuturnya.
Ditanya apakah dalam pembicaraan rapat ada pembasan isu menjegal Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020?, Asep Kurniawan menjelaskan, dalam salah satu penjelasan petinggi parpol dalam rapat menginformasikan bahwa sebenarnya Partai Demokrat juga diundang. “Sebenarnya Demokrat diundang juga, cuma tidak hadir katanya. Jadi semua partai diundang,” kata Asep Kurniawan.
Namun Asep Kurniawan yang datang bersama Wakil Ketua DPD Partai Golkar Karawang Abdul Azis ini juga seperti ingin menegaskan kepada awak media, bahwa kehadirannya di pertemuan ini tidak atas nama Partai Golkar. Melainkan inisiatif pribadinya sebagai kader Partai Golkar.
“Kebetulan saya dari Golkar hanya untuk menghadiri, tanpa ada intruksi dari DPD. Hanya memang hadir secara pribadi,” kata Asep Kurniawan.
“Enggak… gak ada,” timpalnya, saat ditanya apakah kehadirannya di pertemuan 10 partai sudah berkoordinasi dengan Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Sukur Mulyono atau belum. (red)












