Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Golkar Bantah Usulkan Nama H. Jenal Aripin sebagai Pendamping Cellica

Baliho H. Jenal Aripin di samping Taman I Love Karawang Komplek Stadion Singaperbangsa yang bertuliskan dukungan terhadap Cellica Nurrachadiana untuk menjadi Bupati Karawang 2 Periode.
banner 468x60

BaskomNews.com – Pasca dilakukan pertemuan para petinggi 10 partai politik Karawang di Lantai 3 Brits Hotel Karawang pada Malam minggu (8/3/2020), kabar ternyar isu politik Pilkada 2020 kembali diterima redaksi BaskomNews.com, yaitu dimana DPD Partai Golkar Karawang mengajukan nama H. Jenal Aripin sebagai Calon Wakil Bupati untuk berpasangan dengan Cellica Nurrachadiana.

Tak ayal, kabar mengenai Partai Golkar Karawang yang mengajukan nama H. Jenal Aripin ini ‘diisukan’ sampai berani mencoret nama salah satu kader terbaik Partai Golkar Karawang, yaitu Saidah Anwar.

banner 336x280

Terlebih, langkah politik Partai Golkar ini disebut-sebut sebagai manuver politik Partai Golkar dan Partai Demokrat yang tidak setuju dengan nama H. Aep Syaepulloh yang sebelumnya diusung PKS untuk menjadi calon pendamping Cellica Nurrachadiana.

Dikonfirmasi mengenai kabar ini pada Senin (9/3/2020), Ketua Tim Pemenangan Pilkada DPD Partai Golkar Karawang, Timi Nurjaman menegaskan, sampai saat ini hanya ada empat nama kader terbaik Golkar Karawang yang sudah diajukan ke DPD Partai Golkar Jawa Barat untuk mendampingi Cellica Nurrachadiana di Pilkada. Yaitu Suryana, Dadang Sugandhi, Soni Hersona dan Saidah Anwar.

“Belum, artinya masih tetap seperti yang kemarin, belum sampai ada arahan ke situ (tidak mencoret nama Saidah Anwar digantikan H. Jenal Aripin),” tutur Timi Nurjaman.

“Kita menyerahkan sepenuhnya kepada provinsi dan DPP dari empat orang siapa yang akan mendampini Cellica nanti,” timpal Timmy, seraya menegaskan keempat nama tersebut sudah diajukan ke DPD Partai Golkar Jawa Barat tertanggal 26 Februari 2020.

Kembali ditegaskan Timi, DPD Partai Golkar Karawang sudah memutuskan berkoalisi dengan Partai Demokrat berdasarkan hasil pleno tertanggal 26 Februari 2020. Sampai saat ini, belum ada perubahan atau intruksi baru dari DPD provinsi maupun DPP Partai Golkar. “Mestinya ketika sudah keluar hasil pleno, maka semua pengurus partai harus taat dan patuh,” tegasnya.

Disinggung mengenai kehadiran Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Karawang, Asep Kurniawan (Askur) bersama Wakil Ketua DPD Partai Golkar Karawang, Abdul Azis di pertemuan para petinggi 10 parpol di Brits Hotel Karawang, Timi mengaku sangat menyayangkan kehadiran Askur tersebut. Meskipun kehaadirannya atas nama pribadi, tetapi publik tetap akan menyangka jika kehadirannya atas nama pengurus Partai Golkar Karawang.

“Oleh karena itu, saya akan mengundang Askur untuk meminta klarifikasi atas kehadirannya. Bukan kami membatasi beliau untuk berkomunikasi dengan partai politik yang lain. Tetapi terhadap momen apa yang sedang dibahasnya, kan begitu. Sementara dia hadir tanpa konfirmasi kepada ketua, kan tidak bagus,” kata Timi.

“Seharusnya tunduk dan taat kepada keputusan hasil rapat pleno. Karena rapat pleno sudah memutuskan Golkar untuk berkoalisi dengan Demokrat. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua pengurus dan kader Golkar harus menerima keputusan itu,” pungkas Timy, sambil menegaskan jika ia ataupun Ketua DPD Golkar Karawang tidak pernah mendapatan undangan dari Poros Juang, baik melalui undangan resmi, via telpon ataupun pesan Whatsapp.

Sementara saat dikonfirmasi BaskomNews.com melalui pesan Whatsapp, H. Jenal Aripin juga membantah isu namanya diajukan Partai Golkar Karawang untuk menjadi penamping Cellica Nurrachadiana. Namun lebih jauh, H. Jenal Aripin mengaku masih enggan atau belum bisa memberikan statemen lebih banyak kepada awak media mengenai perkembangan isu pencalonannya di Pilkada Karawang.(red)

banner 336x280