BaskomNews.com – RSUD Karawang mencatat ada sekitar 15 pasien terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sementara satu pasien DBD diketahui meninggal dunia.
Humas RSUD Karawang, Ruhimin mengatakan, 15 pasien DBD yang dirawat di RSUD Karawang tersebut mayoritas masih berusia remaja antara usia siswa SMP sampai SMA. Seluruhnya tercatat merupakan pasien tiga bulan ke belakang dari Januari-Maret 2020.
Sementara 1 pasien DBD yang meninggal dunia merupakan warga yang sudah berusia lanjut. “Tercatat sampai hari ini ada 15 pasien DBD (di luar yang meninggal dunia). Hari ini penambahan satu pasien lagi dirawat di ruangan Rawamerta. Insya Allah, dalam penanganan intensif dokter,” tutur Ruhimin, Rabu (11/3/2020).
Namun menurut Ruhimin, ke 14 pasien DBD yang masih dalam penanganan dokter sudah dalam kondisi membaik. Meskipun semuanya sudah dinyatakan positif DBD. “Tapi alhamdulillah yang 14 itu bisa pulih kembali, masih dalam penanganan dokter RSUD. Semuanya positif DBD,” timpalnya.
Ditambahkan Ruhimin, semua pasien DBD di RSUD Karawang bukan jumlah keseluruan pasien DBD di Karawang. Karena diyakininya masih ada pasien DBD lain di rumah sakit yang berbedda, karena pelayanan BPJS kesehatan tidak hanya tersebar di RSUD Karawang.
Dan berdasarkan keterangan dari keluarga pasien, sambung Ruhimin, mayoritas pasien yang dirawat di RSUD Karawang mengidap DBD setelah mengalami banjir. “Hampir sekian persen yang datang ke sini usia anak SMP dan SMA, setelah mereka kena banjir,” pungkasnya.
Sebelumnya juga diberitakan, Dinas Kesehatan Karawang mencatat ada sekitar 75 pasien DBD di Karawang dari Januari-Maret 2020. Yaitu dengan rincian Januari 18 pasien, Februari 47 pasien dan Maret 10 pasien.
Atas persoalan ini, Dinkes Karawang melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengaku sedang menggencarkan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (Jumantik). (red)
BACA SEBELUMNYA : 75 Warga Karawang Terjangkit DBD, 1 Meninggal Dunia






