BaskomNews.com – Mayoritas bidan dan petugas puskesmas di Kabupaten Karawang Jawa Barat mengaku mulai kebingungan karena terus diserbu warga yang bertanya dan ingin melakukan tes kesehatan Covid-19.
Terlebih, kedatangan warga ke setiap puskesmas untuk meminta Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker yang stok persediaanya terbatas. Pasalnya, di Karawang sendiri baru ada 5 puskesmas yang telah menerima bantuan masker dari Pemrov Jawa Barat. Seperti Puskesmas Wadas Teluk Jambe, Karawang Kota, Karawang Kulon, Kalangsari dan Puskesmas Plawad. Dan setiap puskesmas hanya diberi jatah masker 20 box yang isinya 50 masker per-box.
Sehingga setiap kali warga datang puskesmas, bidan dan petugas hanya sekedar bisa memberikan himbauan agar warga melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Karena sampai saat ini, para bidan puskesmas mengaku belum mendapatkan arahan lebih detail dari Dinas Kesehatan Karawang terkait antisipasi penyebaran virus corona di Karawang ini.
“Petugas-petugas surveilens di puskesmas kasian kalau lagi banyak masyarakat yang nanya tentang corona. Karena dari dinas belum begitu jelas arahannya. Soalna kita belum ada pemeriksaan rapid tes Covid-19. Orang puskesmas takut salah jawab kalau ada warga yang nanya. Karena memang belum ada arahan yang jelas dari Dinkes,” tutur salah seorang bidan puskesmas di Karawang, sambil meminta namanya dirahasiakan, Rabu (25/3/2020).
Dikatakannya, setiap warga yang datang ke puskesmas juga meminta masker. Sementara masker yang terbatas hanya akan diprioritaskan dan diberikan kepada warga yang sudah mengalami gejala batuk dan pilek.
“Pemberian masker di puskesmas itu didahulukan yang batuk pilek. APD dari pemerintah pusat untuk Karawang baru turun buat 4 puskesmas. Sedangkan di Karawang semuanya ada 50 puskesmas. Kasihan petugas surveilens yang ke lapangan yang meriksa pasien covid-19,” keluhnya.
Ditambahkannya, setiap warga yang sudah mengalami batuk pilek dan datang ke puskesmas akan diberikan masker, maksimal sebanyak 5 buah. Bukan hanya warga, pegawai desa/keluarahan dan kader puskesmas juga ikut meminta masker. “Karena stok masker terbatas, mereka gak kebagian,” katanya.
Persoalannya, petugas dan bidan puskesmas juga kebingungan saat warga meminta rapid tes corona. Karena di Karawang memang belum ada alat rapid tes corona.
“Kita berharap Pak Gubernur menggalakan rapid tes corona di setiap Dinkes kabupaten/kota untuk yang punya gejala ODP dan PDP. Karena kalau warga Karawang harus ke Stadion Patriot Bekasi kejauhan. Apalagi di Karawang sudah ada yang positif corona,” pungkasnya. (red)






