BaskomNews.com – Para Kepala dan Sekretaris Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karawang dikumpulkan untuk melakukan rapat koordinasi penanganan dan pencegahan covid-19, di Lapangan Plaza Pemkab Karawang, Kamis (2/4/2020), sekitar pukul 09.00 WIB.
Di bawah terik sinar matahari, rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Karawang ini membahas reposisi anggaran semua dinas untuk dialihkan ke anggaran penanganan dan pencegahan covid-19, yaitu dengan target terkumpul diangka Rp 175 miliar.
“Sekarang berdasarkan data yang sudah masuk ke saya dari seluruh OPD sudah terkumpul angka mencapai kurang lebih Rp 116,8 miliar,” tutur Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari.
Dijelaskan Wabup Jimmy, anggaran Rp 116,8 miliar ini belum ditambah dengan reposisi anggaran budgeting Pilkada yang mencapai 90 miliar. Karena ditegaskannya, pelaksanaan Pilkada sudah diketahui akan diundur secepatnya Maret 2021, karena dampak dari wabah covid-19.
Ditambahkannya, ada anggaran tahapan Pilkada yang masih bisa dipertahankan (tidak direposisi). Tetapi ada anggaran Pilkada yang bersifat teknis seperti cetak kertas suara, keamanan, pemantauan dan anggaran lainnya yang masih bisa direposisi.
“Sehingga kita akan mengumpulkan dari efisiensi reposisi anggaran minimal Rp 175 miliar yang peruntukkannya 100 persen penanganan covid-19,” ujarnya.
Kembali dijelaskan Wabup Jimmy, anggaran ini nantinya akan dipergunakan untuk tunjungan insentif pelaku medis, serta tunjangan rakyat Karawang yang benar-benar membutuhkan. Yaitu dimana ada 287 ribu lebih rakyat Karawang yang masuk kategori miskin, 157 ribu sudah dibantu.
Sehingga ada 137 ribu yang membutuhkan dan ini akan dibantu oleh Gubernur Jawa Barat Rp500 ribu dengan rincian Rp 150 ribu uang cash, dan Rp 350 ribu dalam bentuk sembako yang diantar langsung oleh Gojek.
“Apabila bantuan gubernur tidak cukup, maka yang Rp 170 miliar kita peruntukkan untuk melengkapi bantuan dari gubernur tersebut,” urainya.
Selain itu, untuk anggaran yang Rp 16 miliar saat ini sudah proses pencairan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), hand sanitizer, alat tes, pemantauan, dan alat-alat kesehatan Rumah Sakit (RS) Paru. “Karena kita akan fokuskan RS Paru untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya. (red)






