BaskomNews.com – Para pengelola tempat wisata di Kabupaten Karawang seakan mengabaikan himbauan Bupati Karawang yang masih memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 12 Juni 2020.
Faktanya, bukan hanya tempat wisata Pantai Pakis yang membandel masih beroperasi selama PSBB masih berlangsung. Melainkan beberapa tempat wisata lain seperti di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan.
Dampak pandemi Covid-19 memang dirasa sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, khususnya warga di sekitar lokasi tempat wisata. Namun tentu lain ceritanya ketika masa pandemi ini menjalar sampai ke desa-desa. Medalsari sebagai sebuah desa wisata di ujung selatan Kabupaten Karawang yang seharusnya mendapat panen pendapatan ekonomi setelah hari raya lebaran, kini berbanding terbalik. Faktanya panen penyakit yang kini warga desa sedang hadapi.
Demikian diungkapkan Wahyudin, Ketua Umum Serikat Petani Karawang (SEPETAK), yang mencoba menyoroti aktivitas tempat wisata di Desa Medalsari selama PSBB masih berlangsung, Minggu (31/5/2020).
Dijelaskannya, penularan virus corona sebagaimana diketahui menular lewat cairan mulut (ludah, bersih dan liur) menjadikan penularannya sangat cepat dan berbahaya. Dampak yang pasti dari virus corona adalah kematian, terutama kelompok masyarakat usia di atas 50 tahun.
Adapun mengenai tempat wisata di Medalsari yang masih beroperasi selama PSBB, Wahyudin menyebut jika faktanya mayoritas pengunjung datang dari daerah Bekasi. Sebagaimana diketahui, Bekasi sendiri merupakan wilayah zona merah dan episentrum penyebaran virus corona. “Kekhawatiran masyarakat desa teramat sangat, mengingat kehadiran tim Gugus Tugas Covid-19 tak pernah nampak di wilayah wisata tersebut,” tutur Wahyudin.
Ditambahkannya, Kepolisian Sektor Pangkalan sebagaimana pengakuan warga tidak pernah menertibkan para pengunjung yang datang. Absennya atau tidak hadirnya aparat kepolisian di lokasi dalam penanganan Covid-19 juga akan sangat berdampak fatal terhadap penyebaran virus corona.
“Jika Polsek Pangkalan tidak bisa menangani penyebaran pengunjung, maka Kapolsek Pangkalan harus mundur dari jabatannya. Selama seminggu pasca hari raya, pengunjung membludak berdatangan dari daerah Bekasi. Warga kini mulai was-was dibayangi ajal pencabut nyawa yang bernama Covid-19,” tutup Wahyudin. (red)






