BaskomNews.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang mengumpulkan komunitas influencer media sosial di Makodim 0604 Karawang, Selasa (2/6/2020).
Tujuan dari pertemuan tersebut salah satunya untuk mengantisipasi beredarnya kabar-kabar hoax terutama tentang Covid-19. Mengingat penggunaan dan pengaruh media sosial di kalangan masyarakat cukup kuat.
Terkait dengan kondisi pandemi, tim gugus tugas menilai jika faktanya media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube dan lainnya dibanjiri oleh arus informasi yang sangat deras.
Gugus Tugas dan Dinas Kominfo senantiasa menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Karawang.
“Namun kami prihatin bahwa faktanya, sampai saat ini, di media sosial masih banyak sekali informasi yang tidak benar, informasi yang seakan menebar “fear”, informasi yang menyesatkan dan mengandung hoax,” sesal Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana.
Dijelaskannya, influencer merupakan orang atau komunitas yang memiliki pengikut cukup banyak, memliki pengaruh pengaruh yang kuat terhadap followers mereka. Sehingga Gugus Tugas berharap agar komunitas ini bisa membantu dalam mendistribusikan informasi yang berkualitas terhadap masyarakat, memberikan persuasi untuk mematuhi anjuran pemerintah, dan mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.
Penanganan Covid-19 ini membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak, Gugus Tugas, Pemerintah Daerah, Aparat TNI- POLRI, Perangkat Desa, Akademisi, LSM dan Ormas, Kalangan intelektual, Komunitas termasuk komunitas penggiat media sosial dan masyarakat secara umumnya.
Gugus Tugas selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dalam rangka merumuskan kebijakan yang akan diambil dalam penanganan Covid-19, aparat memiliki diskresi di lapangan dalam hal penegakan peraturan.
“Masyarakat yang harus mendukung usaha ini dengan tetap menjalankan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin,” pungkas dr. Fitra. (rls)






