BaskomNews.com – Terkait persoalan kelangkaan pupuk di Karawang, PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan tetap berkomitmen dalam menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah, guna menghadapi musim tanam kedua di tahun 2020.
Hal tersebut diungkapkan oleh Manager Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek, Fitria Ratu Pagih, saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya.
Menurut Ratu, Pupuk Kujang selalu memastikan jaringan pemasaran yang ada di setiap wilayah tanggung jawab perusahaan guna melakukan pengawasan agar tepat sasaran.
“Dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai alokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang di-input ke dalam sistem dengan basis NIK melalui E-RDKK,” kata Ratu, kepada BaskomNews.com, Kamis (27/08/2020) Siang.
Pentingnya data diri sebagai kelompok tani dalam E-RDKK, lanjut Ratu, menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan alokasi subsidi untuk para petani di setiap wilayah. Sehingga sasaran penerima pupuk subsidi akan tepat sasaran sesuai kebutuhannya.
“Kami harapkan semua petani di wilayah tanggung jawab kami, sudah terdaftar dalam E-RDKK. Bagi yang tidak terdaftar dalam E-RDKK, Pupuk Kujang tetap menyediakan pupuk non subsidi untuk para petani diantaranya produk Urea non subsidi yaitu Nitrea, produk NPK
non subsidi yaitu NPK 30-6-8 dan Organik non subsidi yaitu Excow,” paparnya.A
Selain itu, Ratu juga mengklaim bahwa ketersediaan Stok Pupuk di Karawang cukup aman. “Untuk ketersediaan stok pupuk Urea subsidi di Wilayah Karawang, saat ini kami menyediakan stok yang cukup di gudang lini III Karawang,” katanya.
Sebab, stok pupuk urea bersubsidi di gudang lini III yang ada di Kabupaten Karawang sampai dengan 24 Agustus 2020 ini mencapai 1.691 ton atau 127% dari ketentuan Dinas Pertanian (Distan) Karawang sebesar 1.335 ton.
“Sedangkan realisasi penyaluran wilayah Karawang untuk Urea mencapai 38.225 ton atau 110% dari ketentuan Distan sebesar 34.631 ton,” bebernya.
Selain pupuk urea, lanjut Ratu, Pupuk Kujang menyediakan stok pupuk subsidi lainnya di Gudang lini III wilayah Karawang, kesiapan stok pupuk NPK Phonska tersedia sebanyak 378 ton dan
penyaluran pupuknya sebanyak 21.040 ton atau 103% dari ketentuan.
“Sedangkan untuk stok pupuk Petroganik tersedia sebanyak 626 ton dan penyaluran pupuknya sebanyak 5.514 ton atau 97% dari ketentuan,” jelasnya.
Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, sambung Ratu menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.
“Saat ini kios resmi yang tersebar di wilayah Karawang sebanyak 220 kios. Dan tidak hanya untuk wilayah Karawang saja tetapi bagi wilayah di Jabar, Banten dan sebagian Jawa Tengah yang menjadi tanggung jawab Pupuk Kujang. Jadi, kami pastikan stok pupuk aman dan petani dapat tenang saat pengolahan lahan pada musim tanam nanti. Namun perlu
diingat juga, bahwa alokasi pupuk bersubsidi tergantung pada data petani di E-RDKK yang diinput oleh petani,” jelasnya.
“Untuk stok pupuk urea bersubsidi Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah per tanggal 24 Agustus 2020 sebanyak 123.151 ton atau 1186% dari ketentuan Distan sebesar 10.387 ton,” ucapnya.
Ratu juga memastikan untuk stok pupuk subsidi yang Pupuk Kujang salurkan telah sesuai dengan E-RDKK yang berasal dari data petani yang berhak mendapatkannya.
Namun ketika disinggung terkait dengan adanya kekurangan pupuk bersubsidi bisa disebabkan beberapa faktor seperti masih adanya petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani, sehingga luasan lahannya belum tercatat dalam E-RDKK atau pada saat data E-RDKK di input, Ratu mengakui jika sampai batas waktu terakhir masih ada keterlambatan laporan dari kelompok tani.
“Saat ini kami sebagai produsen pupuk telah semaksimal mungkin menyalurkan pupuk subsidi sesuai alokasi sesuai dengan kebutuhan yang terdata di E-RDKK dan juga koordinasi intens dengan petugas lapangan, agar stok terserap dengan tepat tiap wilayahnya,” pungkasnya. (CR1)






