Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Soal RS Lira Medika Tidak Profesional dalam Penanganan Pasien Covid-19, Katanya Ada Kesalahan Informasi

RS Lira Medika Karawang.
banner 468x60

BaskomNews.com – Terkait persoalan Rumah Sakit Lira Medika yang dinilai tidak profesional oleh Sekda Karawang, H. Acep Jamhuri dalam penanganan pasien Covid-19, Humas RS Lira Medika membantahnya.

Humas RS Lira Medika, Aditya Gilang menjelaskan, soal kasus jenazah covid yang menulari keluargannya, sebenarnya ada kesalahpahaman informasi yang diterima publik, khusunya oleh pemerintah daerah.

banner 336x280

Gilang menjelaskan, kasus ini bisa terjadi lantaran hasil swab pasien itu baru terbit setelah pasien meninggal. Meski begitu pihaknya tetap menerapkan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi 5.

“Memang pasien itu sebelumnya dirawat di Lira Medika. Setelah tahu pasien positif covid-19, kami langsung melakukan tracking terhadap warga yang sempat kontak erat dengan pasien. Kami lakukan hal itu dengan berkoordinasi dengan gugus tugas,” ujar Gilang.

Atas kejadian tersebut, Gilang mengakui jika Gugus tugas sendiri telah melakukan inspeksi ke RS Lira Medika, Senin (31/8/2020) petang. “Kemarin Pak Sekda yang juga Ketua Harian GTPP Covid-19 Karawang datang ke RS Lira Medika. Beliau juga mengakui terjadi kesalapahaman mengenai penanganan pasien Covid-19,” kata Gilang.

Menurutnya, Sekda Karawang Acep Jamhuri mengetahui hal itu setelah melakukan sidak. Sementara kabar yang beredar saat ini, terjadi sebelum dilakukan sidak. Gilang juga membantah Rumah Sakit Lira Medika melayani tes swab, namun melimpahkan pasien positif Covid-19 ke Puskesmas.

Ia menyebut pasien dirujuk biasanya dilakukan jika ada pasien positif yang tidak bisa ditangani oleh RS Lira Medika. Misalnya karena ruangan khusus pasien Covid-19 penuh.

Gilang juga menjelaskan, RS Lira Medika sendiri menyiapkan 4 bed bagi pasien positif Covid-19 berstandar international dan 12 bed untuk pasien suspect atau prodable.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Acep Jamhuri menyebut RS Lira Medika tidak menerapkan protokol kesehatan ketika salah satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia di rumah sakit itu.

Pasien itu kemudian dikebumikan dengan cara biasa oleh pihak keluarga, tanpa menggunakan protokol kesehatan.
“Akibat kelalaian tersebut beberapa anggota keluarga pasien yang keninggal ikut terpapar virus corona,” ujar Acep.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana menyebut ada tiga orang yang positif Covid-19 dari klaster pasien tersebut. Kejadian itu terjadi dua minggu lalu. Gugus tugas pun langsung melakukan tracing kontak erat. “Dengan pasien yang meninggal, ada tiga orang yang positif,” kata Fitra. (red)

banner 336x280